15:11 - Senin, 23 November 1237
Sabtu, 8 April 2017 | 23:41

Khofifah Minta Ibu – Ibu Muslimat Tak Gagap Teknologi

Pasuruan (wartabromo.com) – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), Khofifah Indar Parawansa mengajak ibu-ibu Muslimat di Kabupaten Pasuruan untuk tidak gaptek alias gagap teknologi.

Perempuan nomor satu di Muslimat NU ini menyemangati ibu-ibu Muslimat untuk perperan memanfaatkan kemajuan teknologi dalam segala bidang, mulai bisnis, organisasi hingga urusan rumah tangga. Hal itu disampaikannya di sela-sela menghadiri HUT ke – 71 Muslimat NU Kabupaten Pasuruan, bertemakan “Satukan langkah membangun negeri menjaga NKRI” sekaligus peresmian Kantor Muslimat NU Kabupaten Pasuruan, di Komplek Kantor PCNU Kabupaten Pasuruan, Warungdowo Pohjentrek, Sabtu (08/04/2017).

Menurutnya, setelah 18 tahun reformasi berjalan, kini persaingan akan jauh lebih ketat dan kompleks. Untuk itu, ada dua hal yang perlu dikuasai agar tidak tertinggal dalam persaingan tersebut, yakni teknologi dan ekonomi.

IMG-20170408-WA0210

“Kalau boleh meminjam kata Bung Karno, jangan sampai kita jadi kuli di negeri sendiri. Untuk itu, saya berpesan kepada Ibu-Ibu Muslimat di Pasuruan agar membiasakan diri untuk mengenal teknologi, tentunya dengan kegiatan yang positif,” katanya di hadapan sekitar 3000 anggota Muslimat yang hadir.

Dijelaskan Khofifah, manfaat teknologi dalam perkembangan kehidupan sehari hari sangat banyak. Terutama untuk pendidikan, industri, bisnis, organisasi, bahkan dalam konteks membangun bangsa dan negara. Dia menyontohkan Kementerian Sosial telah memanfaatkan teknologi untuk penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) secara non tunai dengan memanfaatkan teknologi perbankan.

“Presiden telah meluncurkan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang memungkinkan penerima bantuan sosial membeli bahan pokok menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di e-Warung Gotong Royong pada maret lalu. Nah itu adalah salah satu bukti penggunaan teknologi,” terangnya.

Hanya saja, pentingnya menguasai teknologi menurut Khofifah tak serta merta diikuti dengan memanfaatkan untuk hal-hal negative, seperti prostitusi online, jadi hacker, sampai dengan membuat bom rakit via internet. Contoh-contoh tersebut harus dihindari oleh seluruh masyarakat, utamanya kaum muslimat.

“Saya yakin 100% bahwa muslimat adalah berjiwa social kemasyarakatan, sehingga tidak akan pernah terlintas di pikiran untuk berbuat yang tidak baik. Nah mulai sekarang kalau ada rapat-rapat dapat dilakukan jarak jauh karena sudah terkoneksi dalam grup whats ap di gawai masing-masing. Informasi terbaru tentang kegiatan organisasi atau dakwah juga dapat disampaikan dengan secepatnya melalui beragam aplikasi pesan. Intinya, sekarang pilihannya kembali kepada kita sendiri. Apakah akan membiarkan diri kita menjadi korban kemajuan teknologi atau menjadi pelaku perubahan dengan memanfaatkannya secara positif,” tambah Khofifah. (mil/yog)

Komentar Anda

Komentar

Filed in

MAN Bangil Buka Sekolah 2 Tahun Untuk Anak Cerdas

Bapaknya Tukang Bakso, Anak Sarjana