03:01 - Senin, 20 November 2017
Minggu, 9 April 2017 | 16:55

Muhammad Nadir Umar Merupakan Deportan, Sempat Eksis Selfie di Turki

Pasuruan (wartabromo.com) – Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan asal PKS, Muhammad Nadir Umar mendadak menjadi perbincangan setelah dirinya diamankan atau dijemput oleh Tim Densus 88 Polda Jatim di Bandara Juanda Surabaya T2, Sabtu (8/4/2017) sore.

Informasi yang digali wartabromo dari akun Facebook pribadi Muhammad Nadir, dirinya sebelumnya sempat mengupload foto – fotonya saat berada di Turki tepatnya di Topkapi Sarayi Turki pada tanggal 4 April 2017.

“Topkapi Sarayi (Istana Topkapi) Istana indah milik Raja-raja Khilafah Utsmaniyyah…”tulis Nadir sambil melampirkan foto – foto selfie dirinya.

FB_IMG_1491715762610

Status dan foto – foto tersebut pun langsung mendapatkan komentar dari teman – temannya.

Sebelumnya pada tanggal 2 dan 3 April, Muhamamad Nadir juga mengupload foto dirinya saat berada di Blue Mosque Istambul Turkie serta saat sedang naik kapal di selat Bhosporus Turki.

“Membelah selat Bhosporus Turki” tulisnya.

Status dan foto yang diupload pada tanggal 2 April 2017 tersebut banyak komentar yang merespon termasuk Ketua KPU Kabupaten Pasuruan, Winaryo Sujoko. Nadir bahkan sempat menjawab salah satu temannya jika dirinya akan balik ke Indonesia pada tanggal 8 April.

“InsyaAllah lancar, ana tanggal 8 pulang dari Turki setelah ke Lebanon (Beirut) biidzniLLAH…” Katanya.

Senada dengan status dan foto tersebut, sumber terpercaya yang didapatkan wartabromo.com menyebutkan jika Muhammad Nadir akhirnya dideportasi dari Turki via Kuala Lumpur Malaysia. Sehingga ia dijemput oleh tim densus 88 di Bandara Juanda Surabaya.

Setelah berangkat dari Istanbul dan sampai di Lebanon, Muhammad Nadir Umar terkendala mengenai visa dan kemudian dikembalikan ke Istanbul dan setelah sampai di Istanbul kemudian diketahui bahwa mereka telah memasuki daerah perbatasan dan kemudian diamankan oleh Imigrasi. (yog/yog)

Komentar Anda

Komentar

Asyik Main Kiu-kiu, Pria ini Diciduk Polisi

Nadir Umar Diperiksa di RPSA Kemensos Bambu Apus, Ini Kata Polisi