15:12 - Senin, 25 November 7489
Minggu, 9 April 2017 | 19:01

Nadir Umar Diperiksa di RPSA Kemensos Bambu Apus, Ini Kata Polisi

Jakarta (wartabromo.com) – Usai dijemput oleh Densus 88 Anti teror di Bandara Juanda T2 Surabaya, anggota DPRD Kabupaten Pasuruan Muhammad Nadir Umar selanjutnya menjalani pemeriksaan di RPSA Kementerian Sosial Bambu Apus Jakarta.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan secara intensif, Polri menjelaskan jika penjemputan dan pengamanan yang dilakukan terhadap Muhammad Nadir Umar merupakan prosedur yang dilakukan jika ada deportan yang berhubungan dengan Turki maka diinformasikan kepada Densus 88. Hasilnya, Muhammad Nadir Umar tak terkait dengan ISIS.

Selain itu, diketahui jika politisi PKS tersebut masuk wilayah Turki dengan menggunakan cover relawan misi kemanusiaan yang merupakan relawan dari Yayasan Qouri Umah. Adapun rencana dana yang disalurkan oleh yayasan ini, sebesar 20.000 US$ yang akan didonasikan kepada para pengungsi di Turkey dan Lebanon.

FB_IMG_1491715771725

“Dia dijemput karena setiap deportan yang berhubungan dengan Turki maupun informasi radikal dari pemerintah lain, biasanya diinformasikan ke Densus 88,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto di Jakarta seperti dikutip wartabromo dari situs jawapos.com, Minggu (9/4/2017).

Muhammad Nadir sendiri dijemput tim Densus bersamaan pula dengan salah seorang WNI lainnya yakni Budi Mastur yang dideportasi melalui Bandara Husein sastra negara Bandung.

Hasil penelusuran wartabromo.Com, melalui akun media sosial pribadinya, Muhammad Nadir Umar sempat berfoto Selfie di sejumlah wilayah di Turki sebelum akhirnya setelah sampai di Lebanon, terkendala mengenai visa dan kemudian dikembalikan ke Istanbul dan setelah sampai di Istanbul kemudian diketahui bahwa mereka telah memasuki daerah perbatasan dan kemudian diamankan oleh Imigrasi. (yog/yog)

 

Komentar Anda

Komentar

Muhammad Nadir Umar Merupakan Deportan, Sempat Eksis Selfie di Turki

Mengurangi Stress, Tahanan Rutan Bangil Bertanding Olahraga