18:37 - Sabtu, 25 November 2017
Selasa, 11 April 2017 | 18:58

Pastikan Tak Ada Mati Listrik, Walikota Pasuruan Sidak Kegiatan UNBK

Pasuruan (wartabromo.com) – Hari kedua pelaksanaan UNBK (ujian nasional berbasis komputer), Walikota Pasuruan, Setiyono melakukan Inspeksi Mendadak (sidak) ke sejumlah SMA di Kota Pasuruan, Selasa (11/04/2017).

Tak sendirian, Setiyono melakukan monitoring UNBK bersama dengan Kepala UPT Cabang Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten Pasuruan Propinsi Jawa Timur, Indah Yudiani, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pasuruan, Suharyanto, serta Kepala Kantor Kementerian Agama, Makmur Salim.

Dari pantauan wartabromo.com, Setiyono mengawali sidaknya di SMALB (sekolah menengah atas luar biasa) Kota Pasuruan. Setibanya di sana, Setiyono dan rombongan kecelek (salah informasi), lantaran jam ujian dengan mata pelajaran Matematika itu baru akan dimulai pukul 11.00 WIB. Sedangkan Setiyono datang pukul 08.45 WIB.

IMG-20170411-WA0092

“Untungnya ada siswa yang sudah datang, jadi saya bisa ngobrol dengan mereka. Apalagi mereka adalah siswa berkebutuhan khusus, saya ingin tahu bagaimana mereka menghadapi ujian kali ini, dan ternyata mereka menggunakan PBT (paper based test) atau ujian dengan menggunakan kertas,” kata Setiyono di sela-sela kunjungannya.

Selama sidak di SMALB, Setiyono tampak ngobrol dengan Anisah Anggun Rachmawati, siswi kelas XII A yang merupakan penderita tuna netra atau tidak bisa melihat. Anggun adalah satu satunya siswa Tuna Netra yang mengikuti Unas bersama 2 siswa lain yang merupakan penyandang tuna rungu wicara dan tuna daksa. Sebagai hadiah lantaran ketiga siswa tersebut layak mengikuti Unas lantaran IQ nya memenuhi syarat, Setiyono secara spontan memberikan tali asih sebagai penyemangat ketiganya dalam meningkatkan prestasi belajar.

“Saya lihat semangatnya luar biasa. Anggun dan kedua pelajar lain yang berhak mengikuti unas, sedangkan yang lain hanya ujian sekolah karena IQ nya masih di bawah rata-rata. Dan semangat ketiga siswa berkebutuhan khusus ini harus dipunyai oleh pelajar yang normal,” imbuhnya.

Selepas dari SMALB, Setiyono melanjutkan sidaknya ke MAN Pasuruan, SMAN 2 dan SMAN 3. Dari hasil sidaknya, tidak ditemukan siswa yang absen alias tidak hadir dalam UNBK. Tak hanya itu saja, jalannya UNBK juga berjalan lancar tanpa ada kendala teknis, seperti padamnya listrik hingga jaringan internet yang putus.

Kata Indah Yudiani selaku Kepala Cabang Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur Wilayah Kota/Kabupaten Pasuruan, semua sekolah penyelenggara UNBK telah menyiapkan genset guna mengantisipasi listrik mati sewaktu-waktu serta teknisi yang stand by dalam memperbaiki komputer maupun jaringan internet yang bermasalah.

“Masing-masing sekolah harus punya genset sebagai pengganti kalau listrik tiba-tiba mati. Begitu juga dengan teknisi yang telah kita diklat untuk mengatasi berbagai macam problematika dalam hal jaringan maupun kerusakan teknis lainnya,” jelasnya.

Seperti diketahui, jumlah siswa SMA/MA/SMALB se-kota dan Kabupaten Pasuruan yang melaksanakan UNBK sebanyak 9435 anak, dengan rincian 4365 siswa SMA/MA di Kabupaten Pasuruan, 1601 siswa SMA/MA di Kota Pasuruan, serta 3 siswa SMALB di Kota Pasuruan.

Sedangkan jumlah siswa yang mengikuti Ujian Nasional berbasis kertas dan pensil sebanyak 3466 yang berasa dari kalangan MA di Kabupaten Pasuruan. (ron/yog)

Komentar Anda

Komentar

Filed in

Dua Sekolah Alami Mati Listrik Saat UNBK

Sidak Ujian Nasional, Bupati Pasuruan Dicurhati Soal Mati Listrik