15:11 - Sabtu, 24 November 0931
Jumat, 12 Mei 2017 | 13:46

Ini Pengakuan Dua Turis Perancis Tersesat di Gunung Bromo

Sukapura (wartabromo.com) – Dua wisatawan perempuan asal Perancis, yakni Pauline Lanzini dan Zelie Tirand, mengaku tersesat karena tak tahu medan Gunung Bromo. Beruntung keduanya dapat diselamatkan oleh tim gabungan setelah 8 jam dinyatakan tersesat.

Kepada tim penyelamat kedua survivor ini mengaku sebelumnya nekad naik ke Kawah Bromo sejak Kamis (11/5/2017) sekitar pukul 7 pagi. Dengan hanya mengenakan pakaian ala kadarnya, mereka naik meski tak ditemani oleh pemandu wisata dan tanpa ada pengawasan dari pengelola wisata.

IMG-20170512-WA0003

Kedua perempuan muda yang berprofesi sebagai arsitek dan perawat itu, lalu mengililingi Kawah Bromo. Saat diatas kawah itu, kabut tebal tiba-tiba turun. Mereka pun kebingungan arah, sehingga tersesat hingga terperosok ke jurang.

“Saya tidak tahu medan, saya ikuti jalan dan akhirnya terjebak di dua jurang. Karena saya tidak membawa pemandu. Saya tidak lewat jalan semestinya, akhirnya kebingungan dan panik,” tutur Zelie dalam bahasa Inggris, di Puskesmas Sukapura, Jumat (12/5/2017) pagi.

Saat ditemukan petugas gabungan dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kepolisian, TNI, Satpol PP, dan BPBD setempat, Korban hanya mengenakan jaket dan celana pendek. Posisi korban, terperosok di jurang dengan kedalaman 7 meter antara Gunung Bromo dan Gunung Batok.

“saya ucapkan terimakasih kepada petugas yang sigap mengevakuasi kami berdua,” lanjutnya kemudian.

Posisi ditemukannya dua wisatawan asing ini dikatakan merupakan zona berbahaya, sebagaiamana yang telah direkomendasikan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Dimana dalam radius 1 kilometer, warga dan wisatawan dilarang naik ke kawah Bromo, karena cuaca dalam kondisi buruk.

“Kami akan korordinasi dengan petugas TNBTS agar lebih diperketat area zona bahaya, agar wisatawan tidak masuk ke lokasi tersebut,” ujar Yulius Christian, Camat Sukapura. (saw/saw)

Komentar Anda

Komentar

Filed in

Tabrak Pohon, Dua Siswa SMPN 11 Kota Pasuruan Tewas

Perangkat Desa Sruwi Dibacok, Gara-Gara Pukuli Seorang Ibu