15:12 - Senin, 25 November 7507
Sabtu, 20 Mei 2017 | 14:03

60 Peserta Ikuti Audisi Stand Up Comedy “Pasuruan Santri Ngakak”

Kejayan (wartabromo.com) – Sebanyak 60 peserta stand up comedy bertajuk “Pasuruan Santri Ngakak” ikuti audisi di aula Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Pasuruan, Sabtu (20/5/2017).

Audisi stand up oleh wartabromo.com, memperebutkan Piala Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan ini, sedianya dilakukan selama dua hari mulai Sabtu (20/5/2017) hingga Minggu (21/5/2017) esok.

Jumlah 60 peserta yang mendaftar, melebihi hingga dua kali lipat, dari target yang sebelumnya disebut hanya sebanyak 30 peserta saja.

Ketua penyelenggara, Suhariyanto, menjelaskan jika sampai pukul 13.00 WIB, sedikitnya terdapat 24 peserta melakukan registrasi untuk mengikuti audisi.

“Kita terus membuka registrasi ulang kepada para peserta lain, untuk turut dalam audisi,” terang Suhariyanto.

PicsArt_05-20-01.10.49

Selanjutnya dikatakan, bahwa peserta diberi kesempatan paling lama 7 menit menunjukkan kemampuan lawakan, di hadapan empat juri yang nanti menilai, mengukur kecakapan peserta dalam stand up.

Empat juri tersebut diantaranya Amin (Abioso); Sarip (Abioso); Mamad (Abioso); serta Amak (Komunitas Masyarakat Komedi Pasuruan).

Gelak tawa terus terdengar dari dalam aula Dispora, yang berada di wilayah Kecamatan Kejayan ini.

Satu persatu, peserta maju mempersembahkan joke-joke segar bahkan terkesan konyol, hingga beberapa kali mengocok perut yang hadir saat itu.

Salah satu peserta asal Purwosari, Robin, mengungkapkan kebanggaan bisa menunjukkan kemahiran melawak di hadapan orang banyak.

Terlebih dalam audisi, wartabromo.com merekam dan menyiarkan secara langsung ke fanpage FB berikut website wartabromo.com.

“Puas banget, saya berharap dengan ikut ‘Pasuruan Santri Ngakak’ bisa meningkatkatkan mental dan kemampuan menghibur. Mudah-mudahan bisa naik level ke Jakarta,” ujar Robin sambil terkekeh. (*)

Komentar Anda

Komentar

Filed in

Sah, Pengurus PWI Pasuruan Periode 2017-2020 Dilantik

Nenek Tumini Kaget Cucunya Mampu ‘Nglawak’ di Pasuruan Santri Ngakak