15:11 - Selasa, 23 November 7565
Rabu, 24 Mei 2017 | 09:47

Melihat Uniknya Parade Manten Tengger

Sukapura (wartabromo.com) – Menjaga kelestarian budaya diungkapkan dengan cara unik oleh sejumlah remaja Suku Tengger. Mereka yang tinggal di lereng pegunungan Bromo, tersebut menggelar parade peragaan busana dengan tema Manten Tengger (Pengantin Tengger), di areal kantor kecamatan Sukapura.

Peragaan busana manten Tengger ini, diawali dengan munculnya 20 gadis cantik Suku Tengger dengan pakaian hitam dan membawa aneka bunga ditangan.

Para gadis yang biasa menjadi pengiring manten dalam tradisi Suku Tengger, meyakini dengan ikut parade manten, aka cepat mendapat jodoh, seperti pengantin yang diiringinya.

Namun sebelum kemunculan para gadis ini, prosesi kegiatan diawali dengan merias wajah para remaja Suku Tengger yang ikut peragaan busana. Tiap peserta dirias wajahnya dengan sanggul di kepala, dan pakaian kebaya yang merupakan simbol, kebiasaan adat orang Jawa.

Usai dirias, puluhan wanita cantik ini, kemudian berlenggak-lenggok di atas catwalk. Bak peragawati profesional, wanita Tengger ini menampilkan beberapa pose anggun menggoda.

PicsArt_05-24-09.41.12

“Saya senang ikut dalam kegiatan ini, karena bisa turut serta melestarikan pakaian adat suku tengger. ya sempet susah sih jalannya, karena jarik yang dikenakan cukup sempit, jadi posenya mesti hati – hati,” ungkap Geovana Maydina Labay, peserta peragaan busana.

Yang tak kalah uniknya adalah lokasi yang digunakan sebagai catwalk. Dimana peragaan busana ini, dilaksanakan di pelataran rumah tua bekas peninggalan Belanda, yang saat ini digunakan sebagai rumah dinas Camat Sukapura.

Camat Sukapura, Yulius Christian, menuturkan peragaan busana Manten Tengger, juga bertujuan memperkuat rasa kebanggsaan, dan mempererat Kebhinekaan, disamping pelestarian adat budaya leluhur. Selain itu, juga untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional.

“Saya harap, gelaran ini bisa meningkatkan kecintaan warga jawa khususnya suku tengger, agar terus melestarikan warisan adat leluhurnya. Seperti pemakaian sanggul, yang mana saat ini kian luntur, akibat banyaknya pengaruh budaya asing. Apalagi Busana Manten Tengger, merupakan busana yang kerap dikenakan warga Suku Tengger, saat melakukan acara sakral seperti pernikahan,” terang Yulius. (saw/saw)

Komentar Anda

Komentar

Yuk Berburu Nemo Di Gili Ketapang

Penat di Perjalanan?, Mampir Yuuk di Pasar Wisata Cheng Hoo Pandaan