15:11 - Sabtu, 22 November 4510
Kamis, 25 Mei 2017 | 16:02

NU Sentil Pemerintah dan Kepolisian Untuk Wujudkan Suasana Sejuk di Bulan Ramadhan

Pasuruan (wartabromo.com) – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, meminta sekaligus mengingatkan pemerintah maupun jajaran kepolisian untuk menjaga suasana sejuk di tengah masyarakat dalam menjalani ibadah bulan suci Ramadhan.

Sentilan kepada para pemangku kebijakan itu diutarakan langsung oleh Ketua Tanfidziah, KH Imron Mutamakkin, saat bersama Rais Syuriah KH Muzakki Birrul Alim, di kantor PCNU Kabupaten Pasuruan, Kamis (25/5/2017).

Kedua institusi tersebut dikatakan oleh kyai yang akrab dipanggil Gus Ipong ini, bisa saling bahu membahu menjalankan dan menegakkan aturan dan ketentuan untuk menciptakan ketentaraman dan ketertiban.

“Pemerintah Kabupaten Pasuruan dan Polri agar menjalankan aturan-aturan daerah sebagaimana yang telah ditetapkan, termasuk memantau keamanan, menertibkan warung yang buka siang serta menutup praktek hiburan malam dan prostitusi,” tegas Gus Ipong.

PicsArt_05-25-03.57.22

Dilanjutkan, bahwa jika hal tersebut dapat dilakukan oleh pemerintah daerah dengan perangkat di bawahnya bersama-sama pihak kepolisian, ia yakin, umat Islam dapat sepenuhnya merasa mendapat jaminan kenyamanan dalam beribadah di bulan puasa nanti.

Atas nama NU Kabupaten Pasuruan, Gus Ipong berharap tidak ada lagi aksi-aksi sweeping di tengah masyarakat, karena untuk perkara kewenangan hingga penegakan aturan telah dilakukan pemerintah daerah maupun kepolisian.

Selain itu kegiatan-kegiatan dalam mengisi bulan Ramadhan, semisal patrol, tarawih hingga tadarus, Gus Ipong juga menghimbau kepada masyarakat untuk dapat menghormati lingkungan sosial sekitar, sehingga suasana ibadah akan lebih sejuk dan damai.

“Sepatutnya patrol itu pukul 03.00 WIB dini hari, terus tadarus juga kalau sudah 22.00 WIB pengeras suara bisa dimatikan meskipun tetap melanjutkan kegiatan darus. Dan ini lagi juga jika tarawih kami himbau kepada imam untuk tidak kesusu-susu, kapan takbir, kapan ruku’ tidak bisa tumu’ninah,” ujarnya kemudian.

Ditambahkan juga oleh Rais Syuriah PCNU Kabupaten Pasuruan, KH Muzakki Birrul Alim, kepada warna NU dan masyarakat luas, untuk menghormati kemuliaan bulan suci Ramadhan, dengan saling memantapkan diri untuk beribadah.

“Tentu saja bagaimana kita dapat menyemarakkan mesjid dan musala dengan kegiatan syiar Islam yang lebih baik,” ujar KH Muzakki Birrul Alim. (ono/ono)

Komentar Anda

Komentar

NU Kabupaten Pasuruan Tetapkan Awal Ramadhan Jatuh Pada Hari Sabtu 27 Mei 2017

Jelang Ramadhan, Banser Wonorejo Lakukan Pengecatan 32 Mushollah