15:03 - Friday, 23 August 1191
Thursday, 8 June 2017 | 20:56

Kunjungi Dinsos Pasuruan, Anggota DPRD Banyuwangi Belajar Tangani Masalah Sosial dan Rastra


Pohjentrek (wartabromo.com) – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pasuruan mendapat kunjungan anggota Komisi II DPRD Kabupaten Banyuwangi untuk memahami penanganan Pelayanan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dan distribusi beras sejahtera (Rastra).

Kedatangan rombongan berjumlah delapan orang anggota dewan tersebut diterima oleh Sekretaris Dinsos Gunawan Wicaksono dan Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Praptiningsih serta pejabat lainnya, di Kantor Dinsos Kabupaten Pasuruan, yang berada Jalan Raya Warungdowo 149, Pleret, Pohjentrek, Kamis (8/6/2017).

Gunawan menjelaskan bahwa Dinsos Kabupaten Pasuruan memiliki mini selter untuk digunakan sebagai penampungan sementara para pekerja seks komersial (PSK) dan anak jalanan (anjal).

Setelah dilakukan penampungan, pihaknya selanjutnya melakukan upaya pendampingan maupun langkah-langkah untuk pemenuhan hak-hak sosial mereka.

PicsArt_06-08-08.51.10

“Dengan pendekatan kekeluargaan, kami bisa menggali beberapa informasi, mulai apa yang mereka inginkan. Kalau insaf, mau berkeluarga mereka kami antarakan pulang ke daerahnya masing-masing, jika ingin mendapat ketrampilan dan pembinaan kami akan koordinasi dengan panti sosial di Kediri. Pendekatan sama juga kami terapkan pada anak-anak jalanan yang diamankan Dinas Satpol PP,” kata Gunawan.

Terkait dengan pendistribusian Rastra, Gunawan menjelaskan, bahwa pihaknya selama ini melibatkan segenap potensi diantaranya seperti pendamping Program Keluaraga Harapan (PKH) dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).

Pelibatan PKH dan TKSK, oleh Gunawanndikatakan tidak melanggar ketentuan, justru menjadi anjuran dari Kementerian Sosial.

“Mereka membantu kami mengawasi penyaluran beras hingga ke pelosok desa, jika ada beras yang nggak layak, kami mendapat laporan sehingga bisa langsung dilaporkan ke Bulog. Ini mengurangi masalah di lapangan,” tandasnya.

Pelibatan PKH dan TKSK itu, dilanjutkan Gunawan, selama ini masih belum dilakukan di Banyuwangi.

“Itu salah satu alasannya kenapa Komisi II DPRD Banywangi studi banding ke sini,” imbuh Gunawan.

Ketua Komisi II DPRD Banyuwangi, Handoko, mengatakan, bahwa kunjungan berbentuk studi banding dilakukan lantaran pihaknya menilai pelayanan PMKS dan Rasta di Kabupaten Pasuruan lebih baik dari daerahnya.

Hasil kunjungan ini selanjutnya bisa menjadi bahan masukan bagi mitra kerja mereka yang ada di Pemkab Banyuwangi.

“Kami menilai pelayanan PMKS dan Rastra di Kabupaten Pasuruan lebih baik dari Banyuwangi. Soal pelayanan PMKS, misalnya kami belum punya selter khusus, di sini sudah punya mini selter,” ujar Ketua Komisi II DPRD Banyuwangi Handoko. (ono/ono)

 

Komentar Anda

Komentar

Butuh 100 Ribu, Disdukcapil Hanya Dapat 26 Ribu Blanko KTP-el

Camat Sukorejo Akhirnya Miliki Kantor Berkonsep ‘Go Green’