04:09 - Minggu, 22 Oktober 2017
Sabtu, 24 Juni 2017 | 08:56

Bakul Kembang Musiman Bertebaran di Pasar Tradisional

Pasuruan (wartabromo.com) – Penjual bunga musiman mulai bertebaran di sejumlah pasar tradisional, memanfaatkan momentum tradisi ‘nyekar’ ke makam menjelang lebaran. Dalam sehari menggelar dagangan, bakul kembang dadakan ini pun mampu meraih omset ratusan ribu rupiah.

Sebaran pedagang bunga, diantaranya berada di pasar Gading, Kota Pasuruan. Setidaknya terdapat tiga pedagang pada Sabtu (24/6/2017) pagi, terlihat sibuk melayani pembeli bunga, di pinggir jalan depan pasar.

Salah satu pedagang bunga Nur Faridah (35), menuturkan seperti tahun-tahun sebelumnya, selama dua hari ini ia bersama suaminya sengaja membuka lapak untuk dapat meraup rejeki tambahan menjelang lebaran.

PicsArt_06-24-08.52.25

“Sudah kemarin buka. Saya ‘ndasar’ mulai subuh, kalau suami sore sampai subuh, gantian,” ujar Nur Faridah, sambil membungkusi bunga di kantong plastik.

Begitulah, bersama suaminya, Sandi (40), ibu lima anak asal Kelurahan Gadingrejo, Kota Pasuruan itu, berjualan bunga nonstop selama 24 jam.

Kemudian Nur mengungkapkan, hasil menjual bunga seharian, sejak pagi hingga sore hari kemarin setidaknya uang yang dikumpulkan lebih dari Rp 500 ribu rupiah. Belum lagi, omset yang diperoleh dari suaminya yang diakui saat itu belum sempat dihitung.

“Bersyukur, suami sehari-hari kan narik becak, itung-itung bisa membantu tambahan rejeki keluarga. Pokoknya jual bunga, anak-anak bisa berlebaran,” tambah Nur dengan senyum.

Ia tidak bersedia mengungkapkan modal yang dikeluarkan untuk dapat menjadi penjual bunga musiman ini, hanya saja bunga untuk keperluan ditabur di atas makam tersebut, diperoleh dari Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan.

Dari pantauan, selain pasar wilayah Kota Pasuruan, penjual bunga musiman ini juga terdapat di pasar tradisional wilayah Kabupaten Pasuruan. Diantaranya terlihat belasan ‘bakul’ bunga menyebar mengelilingi pasar tradisional Warungdowo.

Sebagaimana umumnya, menjelang lebaran ini umat muslim berbondong-bondong ziarah ke makam orang-orang yang dicintai.

Mereka biasanya membersihkan makam dan tentu saja tidak ketinggalan membawa bunga untuk ditabur di atas pusara makam, untuk selanjutnya memanjat do’a. (ono/ono)

Komentar Anda

Komentar

Tim Anti Bandit Siaga Amankan Toko Emas

Bantu Pemudik, GP Ansor Kabupaten Pasuruan Dirikan Pos Pantau dan Informasi