16:45 - Selasa, 24 Oktober 2017
Kamis, 6 Juli 2017 | 07:31

Tahun Ajaran Baru, Pedagang di Pasar Tradisional Raup Untung Jual Seragam Sekolah

 

Pohjentrek (wartabromo.com) – Musim penerimaan siswa baru di tahun ajaran 2017/2018 ini, menjadi momentum para pedagang pakaian di sejumlah pasar tradisional untuk meraup keuntungan besar dengan ramai-ramai menjual seragam sekolah hingga meraih omset jutaan rupiah.

Hal tersebut diungkap, diantaranya oleh salah satu pedagang di pasar Warungdowo, Kabupaten Pasuruan, Nuriyah (37) yang menyebutkan, bahwa sejak sepekan ini ia sengaja menambah stok dagangan dengan menjual seragam sekolah.

Bahkan dikatakan, hampir semua pedagang pakaian yang ada di pasar Warungdowo, mencoba menambah rejeki dari keuntungan menyediakan setelan seragam, topi maupun dasi ke orang tua yang hendak mendaftarkan anaknya menjadi siswa baru.

“Mumpung masuk tahun ajaran baru, jadi kulakan seragam sekolah. Banyak kok (yang jual seragam), Bu Jamilah sebelah saya ini juga. Tapi rata-rata seragam TK dan SD,” tutur Nuriyah, di sela kesibukan menata seragam bersama Hamzah (43), suaminya, Kamis (6/7/2017) pagi.

PicsArt_07-05-11.49.42

Dari pengamatan saat itu, setidaknya terdapat tiga pedagang pakaian saling bersebelahan yang berada di separuh deret (dari hanya satu los) kios pakaian, terlihat aktif menawarkan seragam sekolah ke sejumlah warga yang melintas di depan tempat jualan mereka.

Pedagang asal Warungdowo, Kecamatan Pohjentrek itu juga menjelaskan, harga yang dipatok pedagang di pasar tradisional ini juga terbilang murah. untuk tiap setel seragam, dihargai sekitar Rp 80 ribu sampai Rp 90 ribu; topi Rp 10 ribu; hingga dasi yang bisa dibeli dengan harga sebesar Rp 5 ribu saja.

Jika dibandingkan di toko-toko besar yang tersebar di wilayah Kabupaten Pasuruan, harga-harga tersebut dikatakan jauh lebih murah, karena dengan kualitas seragam yang sama, umumnya toko besar memasang harga tiap setel seragam pada kisaran Rp 120 ribu hingga Rp 150 ribu.

Dengan menawarkan harga lebih bersaing tersebut, Nuriyah mengaku selama sepekan ini, rata-rata mampu menjual sepuluh hingga limabelas setel seragam, sehingga jika dihitung omset per hari untuk seragam sekolah saja mencapai lebih dari Rp 1 juta.

“Alhamdulillah, dalam sehari, saya bisa menjual sepuluhan setel lebih lah,” ujarnya kemudian.

Selanjutnya diperkirakan oleh Hamzah, suami Nuriyah, bahwa penjualan seragam ini akan meningkat menjadi tiga kali lipat pada seminggu ke depan, mendekati berakhirnya libur panjang sekolah yang jatuh pada 17 Juli 2017 mendatang.

Dari pantauan, maraknya pedagang pakaian menjual seragam sekolah, terutama bagi calon siswa TK serta SD itu, juga terdapat diantaranya di pasar tradisional Wonorejo wilayah Kabupaten Pasuruan serta pasar besar Kota Pasuruan. (ono/ono)

Komentar Anda

Komentar

Hadapi Lebaran, Omset Penjual Petasan Turun

Akui Miliknya, Inul Daratista Gencar Promokan Wahana Saygon