23:39 - Wednesday, 26 July 2017
Saturday, 15 July 2017 | 20:50

Cerita Mistis Di Balik Kecelakaan Bus vs Truk


Gending (wartabromo.com) – Lokasi kecelakaan maut yang menewaskan 10 penumpang bus Medali Mas, pada Jumat (14/7/2017) dinihari tak lepas dari lokasi kejadian yang masih dianggap sakral. Berdasarkan mitos yang banyak dituturkan warga sekitar, lokasi tersebut merupakan pintu masuk sebuah kerajaan ghaib, tempat bermukim sosok bernama Dewi Lanjar.

Beberapa jam sebelum kejadian, salah satu warga yang dekat dengan lokasi kejadian sempat merasakan pertanda buruk. Adalah Gus Imam, lelaki berusia sekitar 40 tahun, merupakan orang pertama yang mengetahui dan sempat menolong sejumlah korban kecelakaan.

Ia menceritakan, sedari Kamis (13/7/2017) petang, ia tengah bercengkrama atau “cangkruk” dengan beberapa rekannya, di sebuah petilasan Mbah Kramat Kambeng Sayyid Maulana Agung.

Di tempat yang berada di sebelah pos polisi Bentar itu, Gus Imam mengakhiri acara nongkrong bareng itu, tepat pukul 01.30 WIB Jumat dinihari,

“Karena cuaca bagus, saya lalu duduk-duduk tepat di samping pos, melihat langit malam,” ujar Gus Imam.

Lima belas menit kemudian, Gus Imam masuk dan bersiap-siap untuk kembali berdiam diri selayaknya bermeditasi. Namun tak berselang lama, terdengar suara dentuman. “Setelah keluar, ternyata bus dan truk itu sudah tabrakan,” ujarnya kemudian.

Gus Imam memang bukan warga asli sekitar lokasi kejadian. Namun, sejak 70 hari terakhir, ia sudah tinggal di petilasan tersebut.

Menurutnya, kejadian itu hampir sama seperti kecelakaan maut sehari sebelum hari raya Idul Fitri beberapa waktu lalu.

Saat itu, beberapa jam sebelum kecelakaan maut antara bus Medali Mas dengan truk pakan ternak, ia sempat merasakan hawa yang tidak biasa. Bahkan, ia sempat mengatakan pada warga lainnya, agar berhati-hati di malam hari.

Selanjutnya, dari pengalaman ritual mistis yang pernah dijalani, ia mengungkapkan jika lokasi kejadian itu, merupakan pintu masuk dari kerajaan yang didiami oleh mirip seorang putri yang ia panggil Dewi Lanjar.

Kerajaan tersebut berada di lepas pantai utara Bentar atau beberapa juga menyebut tempat itu Karang Cina.

Selayaknya tempat tinggal manusia, pintu masuk kerajaan ini sangat ramai dan penuh dengan lalu lalang makhluk astral. Disamping itu, di puncak bukit Bentar, masih terdapat lokasi yang juga dipercaya sangat wingit dan disakralkan.

“Di atas bukit situ ada keramat juga (petilasan), sehingga di sekitar pesisir Bentar ini sangat wingit dan penuh dengan aktifitas makhluk astral. Sehingga harus hati-hati jika melintas di ruas jalan ini,” kata dia.

Tak hanya itu, keanehan bahkan kerap ditemui oleh Gus Imam, selama berada di petilasan tersebut. Diantaranya, adalah derap langkah yang sering terdengar, namun ketika dicek, ternyata tidak ada wujud yang menyertainya.

Saat kejadian tragis dini hari itu, Gus Imam merupakan orang pertama yang menolong para korban. Sebab, saat kejadian, lokasi sangat sepi. Imam bahkan menghentikan kendaraan yang lewat, untuk meminta tissue dan air minum untuk beberapa korban selamat.

Sementara itu, berdasarkan keterangan petugas jaga Polsek Dringu, Bripka Adi, kejadian itu seperti mimpi. “Saya berjaga seperti biasa, lalu tiba-tiba ada telepon. Saya kira itu hanya pekerjaan orang iseng atau bercanda. Tapi ternyata tidak,” ujar Adi.

Ia pun langsung berusaha mengevakuasi korban tewas dan luka-luka. Saat mengangkat korban tewas, ia sempat menemui salah satu korban yang wajahnya tak berbentuk hingga beberapa hal lain milik korban.

Terpisah, pengemudi truk nahas, Munawir mengaku kejadian sangat cepat. Saat mengemudi, kondisinya juga dalam keadaan fit atau tidak lelah.

Munawir berangkat dari Wonokoyo, Beji, Pasuruan, mengangkut sekitar 25 ton pakan ternak sekitar pukul 19.00 WIB.

“Sempat berhenti sebanyak tiga kali untuk makan dan tidur. Ketika mengemudi pun, kecepatan saya hanya sekitar 25 kilometer perjam,” terangnya.

Jalur pantura ini sendiri, merupakan jalur yang sering dilalui olehnya. Sebulan, lebih dari empat kali Munawir melakukan pengiriman ke Mataram.

Sehingga ia sangat paham dengan kondisi dan medan di lokasi kejadian.

“Makanya, saya hanya melaju dengan persneling tiga. Karena muatan sendiri sangat berat, yakni 480 sak pakan ternak,” Pungkas Munawir. (lai/saw)

Komentar Anda

Komentar

Filed in

Laser Scanner Mabes Polri Merekam, Posisi Truk Jadi Biang Kecelakaan yang Tewaskan 10 Penumpang Bus

Jasad WNA Asal Austria Korban Bus vs Truk Dipulangkan