Garam Konsumsi Langka Di Kota Probolinggo

0
55

Probolinggo (wartabromo.com) – Sejak dua pekan terakhir, peredaran garam konsumsi di wilayah Kota Probolinggo mengalami kelangkaan. Kalaupun ditemukan, warga terpaksa harus membelinya dengan lebih mahal dibanding harga sebelumnya.

Kelangkaan bahan penambah rasa masakan ini terpantau di sejumlah pasar di Kota Probolinggo, salah satunya Pasar Baru di jalan Panglima Sudirman.

“Gak ada stok, habis semuanya. Itu terjadi mulai usai idul fitri, ya habis, habis dah,” ujar Rohimah, salah satu pedagang, Rabu (19/7/2017).

Hampir semua pedagang sembako di pasar ini mengaku tak punya stok. Pasokan garam konsumsi beryodium yang dijual oleh pedagang di pasar Baru, selama ini dipasok oleh pabrik asal Surabaya dengan beberapa merek dagang garam.

Sebelum terjadi kelangkaan, biasanya satu bungkus dijual seharga Rp. 4.500. Namun, akibat berkurangnya stok, kini oleh pedagang dijual Rp. 7.000.

“Ya langka, agak lama sudah, sekitar dua mingguan. Ya naik juga, nggak tahu kenapa. Mungkin karena faktor hujan-hujanan sehingga di tambak gak jadi garam,” tutur Hajah Mughni, timpal pedagang lainnya.

Sulitnya mendapatkan garam konsumsi membuat konsumen beralih ke garam krosok atau garam non yodium. Garam yang belum diolah ini, dijual antara Rp. 4.000 – 4.500 per kilogram.

Warga terpaksa membeli garam non yodium karena sudah tidak punya persedian lagi di rumah. Pasalnya, makanan yang mereka masak membutuhkan tambahan garam sebagai salah satu bumbu olahan.

“Gimana lagi mas, kami terpaksa membeli garam krosok. Meski butuhnya tidak terlalu banyak dalam makanan, tapi kalau gak diberi garam, makanan pasti gak enak. Rasanya hambar seperti tak dibumbui,” terang Isnaini. (fng/saw)