15:29 - Kamis, 20 Juni 5461
Rabu, 19 Juli 2017 | 09:56

TNBTS Segera Panggil Ketua Paguyuban Kuda Bromo

 

Sukapura (wartabromo.com) – Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) selaku pemegang kawasan Gunung Bromo segera memanggil ketua paguyuban kuda, menyusul adanya penelantaran wisatawan di sekitar tangga Gunung Bromo.

Kepala Seksi Wilayah 1 TNBTS, Sarmin, mengatakan, pemanggilan ketua paguyuban kuda sendiri memang untuk mengklarifikasi adanya penelantaran seorang wisatawan dengan menggunakan jasa kuda, yang saat itu tengah menikmati kawah Bromo.

“Di Gunung Bromo ini ada sekitar 400 kuda, makanya pengawasan diserahkan ke paguyuban masing-masng. termasuk jasa wisata lainnya, nanti yang kami panggil adalah ketua paguyuban kudanya,” jelas Sarmin, Rabu (19/7/2017).

Selain mengklarifikasi persoalan tersebut, pihaknya juga ingin berdiskusi bagaimana memberikan pelayanan optimal terhadap pengunjung. Hal itu dilakukan untuk menghindari peristiwa serupa terulang kembali.

“Artinya jangan sampai terjadi seperti ini lagi, kami panggil ketuanya, ajak ngomong bersama,” ujar pria berkumis lebat ini.

Disisi lain, pihak TNBTS akan meminta data pada wisatawan yang merasa ditelantarkan tersebut, seperti nomor ponsel, kuda dan ciri-ciri lainnya.

“Sehingga paling tidak kalau sudah ketemu orangnya kami akan memberikan pembinaan, kalau memang terbukti salah, bisa jadi nanti akan kami berhentikan sementara,” tandas Sarmin.

Sebelumnya, ulah oknum penyedia jasa kuda di kawasan wisata Gunung Bromo dikeluhkan oleh wisatawan. Pasalnya, pengunjung itu ditinggalkan di bawah tangga meski sudah membayar penuh tarif jasa kuda.

Hal yang tidak mengenakkan itu dialami oleh Jessica, warga Kecamatan Sukun, Malang. Dimana ia menggunakan jasa kuda untuk menuju kawah Bromo, dengan tarif Rp. 150 ribu. Biaya sebesar itu untuk jasa kuda dari parkiran jip hingga bawah tangga kawah dan sebaliknya. Namun, saat Jessica turun dari kawah, ternyata si tukang kuda tidak ada ditempat.

“Saya bayar dulu sebelum naik, janjinya akan ditunggu. Tapi pas waktu saya turun dari kawah, dia tidak ada meski saya tunggu hampir satu jam. Ya akhirnya, saya jalan kaki menuju tempat parkir sepeda motor,” tutur Jessica waktu itu. (cho/saw)

Wisatawan Ditinggal Saat Nikmati Kawah, Jasa Kuda Bromo Dinilai Tak Profesional

Aktivis Lingkungan Desak TNBTS Buat Regulasi Sampah Di Kawasan Bromo