09:41 - Senin, 16 Juli 2018
Sabtu, 22 Juli 2017 | 16:35

Beri Aba-aba Buldozer, Mandor Proyek Tol Tewas Tertimpa Matrial Bongkaran Rumah

Sumberasih (wartabromo.com) – Seorang mandor proyek tol tewas saat melakukan pembongkaran sebuah rumah di Dusun Muneng Timur, Desa Muneng Kidul, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (22/7/2017). Tragisnya, korban tewas tertimpa matrial bangunan rumah yang berhasil dirobohkan operator buldoser setelah mendapatkan aba-aba darinya.

Kepala Dusun Muneng Timur, Herno menuturkan, bahwa mandor proyek bernama Eko Hartono, warga Karang Pilang Surabaya tersebut seharian ini terlihat sibuk bekerja bersama dengan sejumlah rekan lain, diantaranya seorang operator buldozer bernama Agus Santuso, warga Jombang.

Beberapa kali buldoser mendorong dan menghancurkan sebagian besar tembok rumah, milik warga yang sudah mendapat ganti rugi proyek pembangunan jalan tol Pasuruan-Probolinggo itu.

Saat peristiwa terjadi, posisi buldozer yang dikendalikan Agus berada di sisi sebelah timur dan di sudut bagian selatan, sang mandor memberikan aba-aba pembongkaran.

Namun tanpa diduga tembok dan pilar bangunan yang seharusnya roboh ke arah barat setelah didorong buldozer, justru miring ke arah selatan, tempat Eko berdiri dan memberikan aba-aba.

Eko pun tidak mampu menghindar hingga akhirnya tertimpa reruntuhan matrial bangunan rumah itu.

“Ngawal buldosernya, mungkin kaget atau apa kok gak lari dan kena ambruknya (tembok) teras ini. Ya teras yang ambruk yang didorong buldoser, proyek tol Pasuruan-Probolinggo di daerah res area,” ujar Herno, Kadus Muneng Timur.

Sementara itu pihak kepolisian sampai saat ini masih menyelidiki kasus kecelakaan kerja ini, dengan secara intensif melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pekerja terutama operator buldozer.

“Operator yang diduga melakukan kegiatan tersebut sehingga menimpa korban dan korban mengalami luka di bagian tengkuk belakang dan akhirnya meninggal dunia di tempat. kami berusaha melakukan penyelidikan mengumpulkan beberapa barang bukti, SOP, surat perintah pekerjaan pelaksanaan perobohan tersebut,” terang AKBP Alfian Nurrizal, Kapolres Probolinggo

Penelitian SOP (Standar Operasional Prosedur) dilakukan untuk dapat menilai tingkat keamanan dan keselamatan kerja dalam proyek nasional jalan tol Pasuruan-Probolinggo ini.

Selain itu pihaknya juga fokus bilamana nanti didapati ada unsur kelalaian maupun kesengajaan dalam peristiwa ini. (saw/ono)

Misbakhun Katakan Laju Pansus Angket KPK Makin Kencang

Nelayan Asal Mlaten-Nguling, Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Kalianyar Jember