Ikan Asin Terimbas Mahalnya Garam

0
205

Mayangan (wartabromo.com) – Mahalnya harga garam krosok di Kota Probolinggo berimbas pada industri ikan asin. Para pengusaha ikan asin, terpaksa merogoh kocek dalam-dalam karena meroketnya harga garam yang semakin langka.

Seperti yang terjadi di sentra produksi ikan asin, Kelurahan Mayangan, Kecamatan Mayangan. Puluhan pemilik industri rumahan ikan asin mengeluh dengan kenaikan garam krosok yang saat ini terjadi. Dalam sebulan terakhir, mereka mengaku kesulitan bahan baku garam yang menjadi komponen utama pembuatan ikan asin.

Saat ini, satu karung berisi 50 kilogram garam krosok harus ditebus dengan harga Rp.220 ribu. Padahal sebelumnya, satu karung hanya dibeli seharga Rp.50 ribu. Satu sak garam biasanya digunakan untuk mengasinkan ikan sebanyak 150 kilogram ikan berbagai jenis.

“Naiknya gak wajar, tak hanya itu garamnya sulit didapat,” tutur Fatimah, salah satu warga pembuat ikan asin.

Meski harga garam naik tinggi, produsen mengaku tak mau menaikkan harga ikan asin. Saat ini, rata-rata mereka menjual ikan asin seharga Rp. 35 ribu per kilogram. Agar tetap memproduksi ikan asin, mereka harus menambah modal untuk bertahan.

Mereka tidak bisa berharap untung besar saat ini. Sebab hasil penjualan hanya cukup untuk mengembalikan modal usaha saja. “Mepet sekali (keuntungan) mas, yang terpenting bisa balik modal dan tidak rugi itu saja sudah cukup. Jangan berharap untung besar dulu sekarang,” tambah Halimah.

Sementara itu, salah satu tengkulak ikan asin, Maksum, menuturkan meski konsumen ikan asin masih sangat banyak dan digemari oleh masyarakat, produsen tidak bisa seenaknya menaikkan harga. Jika harga ikan asin terlalu tinggi, besar kemungkinan pelanggan akan beralih mengkonsumi lauk pauk jenis lainnya. “Ya bisa-bisa pelanggan kita lari dan beralih mengkonsumsi ikan segar, daging, telur atau lainnya,” katanya.

Maksum menuturkan ikan asing produksi warga Mayangan, selain dikirim ke pasar lokal, juga dikirim ke pasar di luar Probolinggo, seperti Malang dan Surabaya. “Kami berharap, ada kebijakan strategis dari pemerintah. Untuk menstabilkan kembali harga garam. Sehingga, keuntungan dari hasil mengolah ikan asin, tidak minim seperti sekarang,” tandas Maksum. (lai/saw)