04:54 - Kamis, 19 Juli 2018
Kamis, 27 Juli 2017 | 13:32

Marak Kecelakaan, Polres Probolinggo Akan Pasang Pita Kejut di Lokasi Black Spot

Kraksaan (wartabromo.com) – Dalam waktu dekat, Polres Probolinggo berencana membuat pita kejut di empat titik black spot jalan raya. Hal itu seiring dengan maraknya kecelakaan maut yang terjadi di wilayah hukumnya.

Rencana itu diungkapkan Kapolres Probolinggo, AKBP. Arman Asmara Syarifuddin kepada wartabromo.com, Kamis (27/7/2017).

“Kita akan memasang pita penggaduh agar konsentrasi pengemudi bisa tetap terjaga. Kecelakaan itu terjadi biasanya disebabkan (sopir) mengantuk, kelelahan. Karena itu dibutuhkan pita penggaduh agar sopir tersadar,” ujarnya.

Pita penggaduh atau kejut ini, rencananya akan di pasang di empat titik black spot, yakni di jalur Pantura Desa Taman Sari, Kecamatan Dringu; jalur Pantura Desa Curah Sawo, Kecamatan Gending; jalur Pantura Paiton, Kecamatan Paiton; dan jalur selatan Desa Malasan Wetan, Kecamatan Tegalsiwalan.

AKBP. Arman menerangkan, bahwa di setiap titik, pita pengaduh ini, akan dibuat melintang jalan pada jarak yang berdekatan dengan ketebalan antara 1-4 cm. Sementara, lebar pita penggaduh minimal 25 cm dan jarak antara pita penggaduh minimal 50 cm. Pita penggaduh dibuat dengan bahan thermoplastik atau bahan yang mempunyai pengaruh yang setara yang dapat memengaruhi pengemudi.

“Pada masing-masing titik rawan, kita akan membuat dua baris pita kejut dengan jarak berdekatan. Setiap pita kejut ini, sebanyak 5 baris supaya jalan itu tidak rata. Sehingga bila mobil yang melaluinya akan diingatkan oleh getaran dan suara yang ditimbulkan bila dilalui oleh ban kendaraan,” terang Arman.

Sebagaimana diketahui, empat lokasi pita kejut itu, merupakan lokasi dengan korban laka yang sangat menonjol. Sebelumnya di jalur Tamansari, Kecamatan Dringu, 6 orang tewas akibat tabrakan sebuah minibus dengan bus pada 24 Juni.

Setelah itu, di jalur pantura Desa Curah Sawo, Kecamatan Gending, terjadi laka maut antar bus malam dengan truk yang mengakibatkan 10 orang meninggal dunia pada Jumat (14/7/2017).

Sedangkan di Desa Malasan Wetan, tujuh korban meninggal pasca minubus menabrak sebuah truk trailer pada 3 September 2016 lalu.

“Untuk di jalur paiton, memang tidak seperti tiga TKP lainnya, yang korbannya meninggal dalam satu kejadian. Namun, karena sering terjadi kecelakaan yang mengakibatkan korban jiwa, maka kami tetapkan sebagai titik hitam atau black spot,” tandas mantan Kasubdit III Ditreskoba Polda Metro Jaya ini. (saw/saw)

Pol PP Razia Warung Remang di Purwosari, Sita Ratusan Miras

13 Kecamatan Rawan Kekeringan, Pemkab Probolinggo Siap-siap Putuskan Darurat Bencana