Tak Ada Aktifitas Pekerjaan, Pabrik Pengolahan Kayu Terbakar

0
107

Bantaran (wartabromo.com) – Kebakaran melanda pabrik pengolahan kayu di Desa Patokan, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (29/7/2017). Api baru bisa dijinakkan setelah petugas mengerahkan lima unit mobil damkar yang dibantu dengan peralatan seadanya oleh karyawan pabrik. Sementara kerugian, diperkirakan mencapai lebih dari 1 milyar rupiah.

Pabrik pengolahan kayu yang terbakar itu diketahui milik CV. Partawood Indonesia. Api dengan cepat menyebar dan membakar kayu olahan. Ditambahkan dengan kencangnya angin yang berhembus serta suasana cuaca panas, membuat kobaran api semakin menjadi-jadi. Tak hanya itu, minimnya peralatan pemadam, membuat kebakaran makin hebat.

Tidak diketahui penyebab pasti kebakaran ini. Namun, berdasarkan keterangan sejumlah saksi mata, api tiba-tiba membesar dan membakar gudang penyimpanan kayu yang sudah jadi. Tak hanya itu beberapa mesin, seperti mesin blower, mesin cross cut, mesin planner, mesin laminating dan mesin permo molding juga ludes.

“Nggak tahu awalnya dari mana, api sudah membesar. Padahal gak ada pekerjaan lembur bagi karyawan. Mungkin dari mesin blower, karena api awalnya dari sana,” tutur salah satu karyawan Musiami.

Menurut Kapolsek Bantaran AKP. Sujianto, percikan api diperkirakan karena kondisi cuaca yang panas di dalam gudang pemanas. Api itu dengan cepat membakar kayu yang sudah kering dan mudah terbakar. Ditambah dengan minim peralatan kebakaran, sehingga membuat kobaran api sulit dipadamkan.

“Dari keterangan sementara, kebakaran itu dari serbuk, namun bisa dipadamkam. Setelah agak lama, ternyata dari titik yang sama juga muncul api. Nah yang ini kemudian tidak bisa ditangani oleh karyawan, sehingga membesar dan membakar pabrik. Kalau kerugian, diperkiran lebih dari 1 miliar rupiah,” terang Sujianto.

Kobaran api baru bisa dipadamkan, setelah ada tambahan tiga unit mobil damkar, berjuang lebih dari tiga jam. Petugas juga melakukan pemadaman dan pembasahan pada areal pabrik yang terbakar, agar tidak terjadi kebakatan lanjutan. (fng/saw)