Meski Gratis, Tol Gempol-Bangil Sepi

0
61

Bangil (wartabromo.com) – Uji coba Tol Gempol-Bangil dengan pemberlakuan tarif gratis, masih belum dimanfaatkan sepenuhnya oleh para pengguna jalan tol. Tercatat tidak lebih dari lima kendaraan pada tiap menitnya, melintas di jalur tol Gempol-Pasuruan Seksi 1 ini.

Kepala Shift Jasa Layanan Operasi (JLO) gerbang tol Bangil, Arief Firmansyah mengungkapkan, jumlah kendaraan yang melintas terbilang masih seperempat lebih rendah, jika dibandingkan dengan jumlah lalu lalang kendaraan di tol Kejapanan.

Padahal terhitung sejak pukul 00.00 WIB Kamis (3/8/2017) dini hari tadi, pihak PT Jasa Marga telah membuka dan memberikan layanan tarif gratis bagi pengguna tol.

“Barangkali baru dibuka diuji coba, jadi masih belum banyak yang tahu,” kata Arief.

Dijelaskan kemudian jika angka perbandingan tersebut masih merupakan prakiraan sementara karena memang seharusnya dilakukan perhitungan dengan cara-cara yang lebih cermat.

Pihaknya juga belum dapat memastikan kapan penerapan tarif tol gratis ini akan berlangsung karena masih harus menunggu keputusan penerapan tarif dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Jika dirujuk dari yang sudah-sudah, penerbitan surat keputusan terkait besaran tarif tol paling lama mencapai satu bulan. Sehingga selama kebijakan tarif belum disusulkan oleh Menteri PUPR, maka selama itu pula pengguna tol mendapatkan pelayanan tarif gratis.

“Kami belum tahu kapan tarifnya diberlakukan, bisa satu minggu, dua minggu. Tapi yang saya tahu paling lama satu bulan,” terang Arief.

Diketahui, pengoperasian Segmen Bangil-Rembang yang telah beroperasi sejak 31 Maret 2017, PT Jasa Marga mematok tarif sebesar Rp 7.500.

Diwartakan sebelumnya, Tol Gempol-Pasuruan Seksi 1 (Gempol-Rembang Segmen Gempol-Bangil) telah dibuka dan diuji coba, menyusul terbitnya Sertifikat Laik Operasi (SLO) dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) kepada PT Jasa Marga,

Selaku pengelola tol PT Jasa Marga selanjutnya masih memberikan tarif gratis kepada pengguna tol hingga terbit keputusan tarif dari Menteri PUPR. (ono/ono)