DLH Pasuruan Tambah 8 Armada Angkut, Tangani Petaka Sampah

0
51

Bangil (wartabromo.com) – Volume sampah yang setiap hari diperkirakan mencapai 20.000 meter kubik di wilayah Kabupaten Pasuruan, sepertinya menjadi petaka. Pasalnya, tujuh armada yang selama ini efektif beroperasi, hanya mampu mengangkut tumpukan sampah dalam jumlah tidak lebih dari 4.700 meter kubik.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan sebagai ujung tombak kebersihan mencoba mengatasi masalah itu, diantaranya dengan menambah armada angkut sampah sebanyak 8 unit.

“Adanya penambahan armada baru truk pengangkut sampah ini, mudah-mudahan bisa semakin meningkatkan kebersihan,” ujar Muchaimin, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasuruan. Jum’at (4/8/2017).

Dengan tambahan armada menjadi 15 unit ini, diharapkan dapat meningkatkan upaya kebersihan lingkungan, dengan mampu mengangkut sampah melebihi 10.000 meter kubik.

Dijelaskan sebelumnya, jika sampah-sampah dengan volume puluhan ribu kubik tersebut, lebih banyak berasal dari tumpukan jumlah di pasar-pasar besar atau tradisional di hampir seluruh wilayah Kabupaten Pasuruan.

Sampah-sampah tersebut kemudian setiap harinya dibawa ke tempat penampungan akhir di Kenep. Namun karena minimnya armada, sampah hanya mampu diangkut dalam jumlah 4.700 meter kubik.

Padahal tujuh armada tersebut tidak setiap hari berkeliling ke tiap-tiap pasar. Seperti pada pasar Pasrepan, diketahui tidak lebih dari dua kali dalam seminggu, truk sampah DLH datang mengambil tumpukan sampah.

Kebersihan sampah di pasar Pasrepan selama ini sedikit tertolong, karena salah satu pegawai UPT Pasar Pasrepan, bersedia lahan kosong miliknya menjadi alternatif pembuangan sampah pasar.

Dikatakan kemudian, agar volume sampah yang mencapai lebih 20.000 meter kubik tersebut dapat teratasi, DLH juga telah menyusun target di tahun 2018 mendatang, dapat menambah jumlah armada truk pengangkut.

“Tahun ini 8 truk angkut sampah, dan tahun depan kita akan tambah lagi 15 truk baru,” lanjut Muchaimin.

Selain menambah armada, penyelesaian problem tersembunyi yang berlangsung selama bertahun-tahun tersebut, DLH di tahun ini secara bersamaan akan membuka lahan baru seluas 5 hektar, untuk pembuangan sampah akhir (TPA).

Lahan tersebut berada di sekitar Kecamatan Sukorejo dan saat ini masih dalam proses persiapan. Ke depan TPA baru ini akan dilengkapi dengan alat pengolah sampah dan juga mengoptimalkan program bank sampah.

“Bulan September mendatang kami akan membebaskan lahan seluas 5 hektar di wilayah Kecamatan Sukorejo untuk memperluas Tempat Pembuangan Sampah,” tambah Muchaimin. (har/ono)