15:13 - Kamis, 16 Desember 2545
Selasa, 8 Agustus 2017 | 22:46

Berbagi Ilmu dan Lawan Berita Hoax, Warmo Gelar Klinik Jurnalistik Intensif Angkatan Pertama

Pasuruan (wartabromo.com) – Klinik Jurnalistik Intensif warmo Institute angkatan I telah dimulai sejak Senin (7/8/2017) kemarin. Klinik ini dipersembahkan oleh PT Warmo Media Waskito (wartabromo) sebagai bentuk tanggungjawab untuk pengembangan dan kepedulian pendidikan kejurnalistikan kepada masyarakat terutama untuk memerangi penulisan berita – berita bohong atau Hoax yang kerap beredar luas melalui berbagai platform media publik.

Selain itu, klinik jurnalistik juga ditujukan untuk dapat mencetak jurnalisme muda yang kompeten serta handal sekaligus memperkuat kemampuan jurnalisme untuk warga.

Pemimpin Redaksi wartabromo.com, Tuji Hartono menegaskan, penguasaan dasar-dasar jurnalistik merupakan modal penting untuk mendapatkan pemahaman penulisan yang baik terutama saat menggunakan saluran atau media publik termasuk media massa maupun media sosial.

Menurutnya, keberadaan media massa saat ini sudah bukan lagi hanya menyampaikan informasi yang aktual, namun juga memiliki beban tanggung jawab untuk menampilkan fakta–fakta obyektif dalam setiap bentuk penyusunan berita.

“Tidak semua peristiwa layak diberitakan, tidak pula semua hal harus disampaikan. Ada kriteria jurnalistik yang perlu dikuasai, sehingga naskah berita yang dihasilkan memang benar-benar bernilai tinggi,” ujar Tuji, Selasa (8/8/2017).

Keberadaan kegiatan pelatihan ini, lanjutnya setidaknya merupakan satu upaya kecil dalam menjaga pengembangan dunia jurnalistik hingga dapat mencetak pewarta-pewarta yang handal dengan tetap menjaga etika maupun kredibilitas sebuah produk berita.

Salah satu peserta Klinik Jurnalistik Intensif, Nur Rizky Amania asal Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan mengapresiasi terhadap hadirnya program pelatihan persembahan warmo Institute ini.

Ia mengaku baru menyadari jika sebuah produk berita yang disajikan selama ini, ternyata melalui proses panjang dan kerja kolektif berjenjang. Dimulai, dari adanya sebuah informasi awal, penggalian data, penulisan, penyuntingan hingga dapat diterbitkan dan dinikmati menjadi sebuah berita yang kredibel.

“Wah, ternyata proses membuat berita itu panjang. Saya juga baru tahu kalau produk jurnalistik itu harus juga memiliki (komponen) badan hukum,” ujar Nur Nur Rizky Amania.

Perempuan muda yang biasa dipanggil Cici itu kemudian merasa terlecut untuk terus mengembangkan kemampuan menulis, setelah dikenalkan dengan ragam mulai dari istilah terkecil dalam jurnalistik sampai dengan tips-tips menyusun sebuah berita. (*/*)

Bagi anda yang tertarik untuk mengikuti pelatihan jurnalistik intensif tersebut bisa mendapatkan Informasi selengkapnya hubungi via WhatsApp kita dengan cara klik => di Sini

(**/**)

Filed in

Ratusan Banser Kabupaten Pasuruan Gelar Apel NKRI di Jembatan Suramadu

Tim Jurnalistik MA As Sholchah Berkunjung ke Redaksi Warmo, Ini Yang Dilakukan Mereka