12:10 - Jumat, 20 Juli 2018
Senin, 14 Agustus 2017 | 14:44

Jamaah Asal Kabupaten Probolinggo Bawa Rokok Dan Obat Kuat

Surabaya (wartabromo.com) – Delapan jamaah calon haji (calhaj) asal Kabupaten Probolinggo diketahui membawa rokok, suplemen dan beberapa bungkus jamu obat kuat. Hal itu diketahui saat petugas Panitia Penyelengara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya memeriksa koper bawaan jamaah.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo Santoso, menuturkan barang-barang bawaan itu terdeteksi petugas saat melalui pemindaian sinar X ketika rombongan calon haji memasuki Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Jatim, Minggu (13/8/2017). Barang dalam 8 koper itu kemudian disita oleh petugas PPIH.

“Seluruh kopernya berisi rokok, suplemen dan beberapa bungkus jamu obat kuat ini kebetulan berasal dari daerah yang sama, yaitu Pulau Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo,” ujar Santoso, Senin (114/8/2017).

Padahal menurut Santoso, pihaknya sudah sering mensosialisasikan pada jamaah dalam manasik. Yaitu tentang batasan sejumlah barang yang diperbolehkan dalam penerbangan internasional.

“Setiap kegiatan manasik itu sudah berkali-kali kami sosialisasikan tentang batasan minimal 30 kilogram isi koper, serta khususnya pada barang-barang tertentu.Seperti rokok dan obat kuat,” katanya.

Pria asal Jember itu, menduga barang-barang berupa rokok, suplemen dan obat kuat yang ditemukan di delapan koper calon haji tersebut akan dijual di Arab Saudi.

“Sudah sering kali kami ingatkan bahwa niat kita berangkat ke tanah suci adalah untuk beribadah, bukan berbisnis. Buat apa bawa rokok dan obat kuat dalam jumlah yang banyak kesana, kalau tidak dijual,” duga Kakemenag.

Muradin bin Arbani, salah seorang calon haji Kabupaten Probolinggo yang isi kopernya ditemukan seluruhnya berisi rokok, berdalih untuk dikonsumsi sendiri selama berada di Tanah Suci. Dia mengaku waktu berangkat dari rumah sudah menimbang isi kopernya dengan berat yang sesuai 30 kilogram.

“Saya sudah mengikuti aturan seperti yang telah disosialisasikan, yaitu membawa barang tidak lebih dari 30 kilogram. Sekarang saya membawa koper kosongan, berangkat ke Mekkah tidak bawa apa-apa,” tuturnya. (fng/saw)

Satu Jamaah Kota Probolinggo Terancam Gagal Berangkat

Kali Pertama, Merah Putih Berkibar di Tengah Danau Ranu Agung