11:58 - Rabu, 18 Juli 2018
Jumat, 18 Agustus 2017 | 17:13

1291 Nelayan Pasuruan Belum Tertanggung Asuransi

Pasuruan (wartabromo.com) – Sebanyak 1291 nelayan Kabupaten Pasuruan belum tercover dalam program asuransi oleh Departemen Kelautan, Kementerian Kemaritiman. Jumlah tersebut setara 20% dari keseluruhan 6585 nelayan se-Kabupaten Pasuruan yang mendapat kuota dari pemerintah pusat di tahun 2016 lalu.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan, Slamet Nur Handoyo mengungkapkan, sejak digulirnya program asuransi itu, pemerintah sempat mendapatkan kesulitan bahkan penolakan langsung dari nelayan.

Akibatnya, disebutkan tidak semua nelayan terekam dalam program pertanggungan di tengah lautan ini, sehingga hanya mampu merengkuh 5295 nelayan (80%).

“Kita sudah berusaha keras, tapi kita kembalikan lagi kepada nelayan. Kalau untuk tahun ini, kita sudah mengusulkan 1000 nelayan, tapi kuota yang diberikan hanya 100 kartu saja,” terang Slamet.

Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf menghimbau kepada para nelayan di Kabupaten Pasuruan, untuk memahami pentingnya memiliki kartu asuransi nelayan.

Pasalnya, asuransi memberikan tanggungan atau jaminan atas resiko yang bisa saja terjadi selama mencari ikan di laut.

“Saya memahami bahwa siapapun tidak pernah menginginkan terjadi apa-apa di laut, apakah itu tenggelam atau diserang binatang laut. Tapi dengan adanya asuransi ini, setidaknya ada jaminan bagi nelayan itu sendiri, kalau sakit ya mendapat pengobatan Rp 20 juta, kalau sakitnya permanen dapat Rp 100 juta,” ucap Irsyad di hadapan para penerima santunan.

Dijelaskan, klaim asuransi yang dikelola PT Jasindo ini, bisa juga kepada nelayan yang bekerja, tertimpa musibah di tengah laut hingga menyebabkan kematian.

Dua jenis klaim tersebut sebesar Rp 200 juta bagi yang meninggal di tengah laut; sedangkan sebesar Rp 160 juta bagi nelayan yang bekerja namun meninggal di daratan.

Seperti yang diterimakan kepada dua nelayan asal Kecamatan Kraton pada Jumat (18/8/2017) pagi tadi di Pringgitan Dalam Rumah Dinas Bupati Pasuruan.

Dua ahli waris nelayan mendapatkan santunan pertanggungan masing-masing sebesar Rp 160 juta setelah celaka saat  bekerja dan beberapa waktu kemudian meninggal di rumah (daratan). (ono/ono)

Ahli Waris Nelayan Terima Asuransi Laka Laut Sebesar Rp 160 juta

Anggota LSM Berseragam, Gagalkan Eksekusi Lahan KAI