05:00 - Kamis, 19 Juli 2018
Sabtu, 19 Agustus 2017 | 15:58

Lestarikan Budaya, Warga Lumbang Gelar Kirab Jaran Bodag

Lumbang (wartabromo.com) – Warga Desa/Kecamatan Lumbang, Probolinggo menggelar kirab seni budaya jaran bodag, menyusuri jalan utama desa, Sabtu (19/8/2017). Selain menyedot perhatian, kegiatan ini sekaligus sebagai upaya menjaga tradisi dan budaya agar tidak tergerus jaman.

Kirab kesenian khas Lumbang diikuti 650 orang peserta. Sebanyak 20 jaran bodag dengan masing-masing jaran bodag beranggotakan 65 orang, meriahkan acara budaya ini.

Mereka dilepas dari Balai Desa dengan menempuh jarak sejauh 3 kilometer menuju Lapangan Lumbang. Sepanjang jalan, warga sekitar terlihat menyesaki festival yang baru pertama kali digelar ini.

Kepala Desa Lumbang, Asmun menjelaskan, kirab jaran bodag perlu diangkat untuk melestarikan warisan budaya nenek moyang.

“Untuk melestarikan budaya tradisional dan menghidupkan kembali seni tradisional asli Lumbang. Sekaligus memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke 72,” ujarnya.

Asmun, menuturkan kesenian Jaran Bodag, sudah ada sejak tahun 1700-an. Kala itu, Mbah Namengjoyo, membuka lahan atau babat alas Lumbang.

Agar sejarah itu tetap dikenang oleh masyarakat, ia kemudian menciptakan tarian Jaran Bodag. Yakni sebuah tarian jaranan yang menggunakan bodag sebagai ganti kuda asli.

“Kesenian jaran bodag menjadi berkembang dan di sukai masyarakat serta dijadikan kesenian budaya tradisional khas Lumbang. Bahkan kesenian khas Kabupaten Probolinggo,” kata Asmun.

Camat Lumbang Bambang Heri Wahyudi, mengatakan seni budaya tradisional jaran bodag ini, akan terus kembangkan. Potensi seni budaya yang unik ini, dapat menarik simpatik bagi para wisatawan baik daerah maupun manca negara.

“Kita dukung dan terus kita lestarikan bersama, Sehingga jaran bodag ini dapat dikenal masyarakat luas, sehingga nantinya akan memberikan manfaat bagi warga, baik secara ekonomi maupun budaya,” kata Yudi. (cho/saw)

Menikmati Sajian Pemandangan Nan Menawan di Puncak Sambinongko

Menonton Karapan Sapi Sakera Pada Perayaan Kemerdekaan di Wonorejo