Kusnadi : Bodoh Jika PDI-P Kalah Di Pilwali Probolinggo

0
8

Probolinggo (wartabromo.com) – Pasca reformasi digulirkan, PDI-Perjuangan berhasil mencaplok kursi Walikota Probolinggo. Bahkan pada pilwali 2013 lalu walikota dan wakilnya berasal dari PDI-Perjuangan. Ketua DPD PDI-Perjuangan Jawa Timur, Kusnadi menegaskan, partainya tak boleh kalah dalam pemilihan walikota (pilwali) Probolinggo tahun depan.

“Bodoh jika PDI-P kalah di pilwali nanti. Tidak boleh tidak, kepala daerah dan wakil kepala daerah harus dari PDI-P. Saya merasa menjadi orang yang sangat bodoh sebagai kepala DPD Jawa Timur,” ujar Kusnadi saat memberi pengarahan kepada pengurus partai di kantor DPC PDI-P Kota Probolinggo, Jl Brantas, Selasa (22/8/2017).

Agar tetap menjadi pemenang dalam pilwali 2018 nanti, Kusnadi mengajak semua kader menjaga rumah (parpol). Dengan begitu, partai dengan lambang banteng moncong putih itu, tetap memegang hegemoninya.

“Jangan sampai kacau balau. Bila rumah dijaga, ini bagian dari kemenangan. Semua kader dan pengurus harus bersatu padu untuk meraih kemenangan,” kata pria yang juga wakil ketua DPRD Jawa Timur ini.

Seperti diketahui, saat ini, Kota Probolinggo dipimpin oleh WaliKota Rukmini. Pada Pilwali 2013 silam, ia diusung oleh PDIP berpasangan dengan HM. Suhadak sebagai wakil.

Menghadapi pilwali tahun depan, Rukmini yang juga istri HM. Buchori, mantan walikota dua periode tersebut, kembali mendaftar sebagai cawali dari PDI-Perjuangan. Bersama tiga figur lainnya, yakni Ketua DPC PDI-Perjuangan Kota Probolinggo, Haris Nasution; pengusaha gaharu, Syamsu Alam; dan Kulub Widiono, telah menjalani fit and proper test di Surabaya, Sabtu (19/8/2017) lalu.

Di posisi calon wakil, ada nama anggota DPRD Kota Probolinggo dari fraksi PDI-Perjuangan, Agus Riyanto; pemilik televisi lokal, Agus Salim; dan Saiful Nur Wahid, juga menjalani fit and proper test.

Di Kota Probolinggo, PDI-Perjuangan menjadi satu-satunya parpol yang bisa mengusung pasangan calon tanpa harus berkoalisi dengan parpol lain. (fng/saw)