Balai Besar Veteriner Jogja Selidiki Kematian Domba

0
79

Gending (wartabromo.com) – Senin (28/8/2017) siang, Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates Jogjakarta, melakukan penyelidikan di lokasi domba mati misterius di Probolinggo. Lembaga pengujian laboratorium itu, selain mengambil sejumlah sampel, juga memberikan nutrisi kepada domba-domba yang kondisinya mulai lemah.

Tewasnya puluhan domba di Desa Sumber Kerang, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, secara misterius menjadi atensi BBVet Wates Jogjakarta. Sejumlah petugas melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap sejumlah domba yang masih hidup.

Penyelidikan ini dilakukan karena hingga saat ini, penyebab kematian domba milik Hasan dan sejumlah warga lain masih belum terkuak.

“Tugas kami adalah untuk mengambil sampel dan melakukan pengujian,” ujar drh. Enggar Kumalawati, petugas BBVet Wates Jogjakarta.

Di lokasi, petugas mengambil sampel darah, sampel pakan, dan memeriksa kondisi fisik domba yang tersisa di kandang. Selain itu, petugas balai besar penelitian penyakit hewan memberikan nutrisi kepada sejumlah domba yang kondisinya mulai lemah.

Dari pemeriksaan lanjutan, petugas memastikan jika penyebab kematian domba bukan karena antraks. Meski begitu, petugas belum bisa membwrikan kepastian karena masih akan menunggu hasil uji laboratorium yang berada di Jogjakarta.

“Dengan tindakan yang sudah diambil dinas, dari ulas darah yang dikirim ke laboratorium B Malang karena awalnya yang curiga penyakit antraks itu hasilnya negatif. Kita nanti akan coba untuk uji dari yang lainnya, kita coba dari pakannya keracunan atau apa, dari darah juga kita uji gambaran darahnya seperti apa,” ujar Enggar lebih lanjut.

Enggar juga memastikan, fenomena ini belum menjadi wabah karena baru terjadi di dua desa.

“Kalau wabah itu kan muncul secara serentak di berbagai tempat. Ini masih dalam satu lokasi,” katanya.

Hingga saat ini, jumlah domba mati di dua desa di Kecamatan Gending telah bertambah dari 56 menjadi 64 ekor atau bertambah sebanyak 8 ekor. Diperkirakan jumlah ini akan bertambah, mengingat terdapat domba yang kondisinya mulai melemah. (saw/saw)