Pemilik Domba Berharap Bantuan Pemerintah

0
38

Gending (wartabromo.com) – Pemilik domba mati misterius di Kabupaten Probolinggo berharap mendapat bantuan dari pemerintah. Uang bantuan itu akan dijadikan ganti rugi kepada warga yang telanjur memesan domba qurban.

Kematian puluhan ekor domba di Desa Sumber Kerang, Kecamatan Gending, tidak hanya membuat geger. Namun, juga merugikan warga yang tertimpa musibah tersebut.

Pasalnya, sebagian domba-domba yang mati merupakan hewan qurban yang telah terjual.

Hanya saja, pembeli belum mengambilnya dari kandang karena menunggu Hari Raya Iedul Adha tiba.

Harapan itu, kini pupus karena domba yang akan dipotong mati sebelum diambil pembelinya. Pemilik terpaksa memberi ganti rugi dengan mengembalikan uang kepada pembeli, sebagai bentuk tanggung jawab.

“Sebagian yang mati sudah terjual. Ya gimana lagi, uang sudah masuk ke kantong, mau tidak mau ya harus mengganti,” kata Hasan, pemilik domba yang mati misterius.

Domba yang dipersiapkan untuk qurban merupakan domba jantan dengan kisaran harga satu juta hingga dua juta rupiah per ekor. Pemilik, bahkan ada yang menderita kerugian hingga puluhan juta rupiah akibat domba-dombanya mati mendadak.

“Ya mudah-mudahan dengan adanya bencana ini, barangkali ada sedikit peduli bagi kita yang sudah kena musibah. Meski itu haknya pemerintah, barangkali tidak penuh ada bantuan dari pemerintah. Ya melalui pemberitaan teman-teman ini, bisa membantu kita untuk m mendapat perhatian pemerintah,” kata pegawai pabrik gula ini.

Hingga Selasa (29/8/2017) pagi, jumlah domba mati mendadak di dua desa di Probolinggo telah mencapai 64 ekor, tanpa diketahui penyebabnya. Jumlah ini dimungkinkan terus bertambah mengingat terdapat sejumlah domba warga yang kondisi kesehatannya lemah. (saw/saw)