Asyiknya Nonton Karapan Sapi Brujul

0
271

Wonoasih (wartabromo.com) – Kota Probolinggo mempunyai tradisi dan budaya unik, yakni Karapan Sapi Brujul. Tradisi lokal ini menjadi destinasi wisata budaya andalan Kota Probolinggo. Perhelatan asyik inipun selalu dibanjiri penonton.

Karapan sapi brujul, sebuah budaya balapan sapi pembajak sawah para petani ketika memasuki masa tanam.

Karapan ini berbeda dengan karapan sapi merah di pulau Madura, karena menggunakan sapi pembajak sawah. Selain itu, aksi balap sap ini juga menggunakan tanah berlumpur sebagai arena balapan. Sementara peraturan dan aksesoris lainnya, mirip dengan karapan sapi Madura.

“Seru karena arena yang dipergunakan dalam karapan sapi brujul menggunakan area persawahan yang berlumpur dan berair sebagai arena balapan. Sementara karapan sapi Madura dilombakan di tanah lapang yang kering,” ungkap Chintya Mahardika, penonton asal Surabaya, Rabu (30/8/2017).

Keunikan itu juga menjadi buruan sejumlah fotografer dari berbagai daerah. Mereka datang untuk memburu foto-foto unik, menarik dan eksotis dengan latar sawah berlumpur dan objek sapi pembajak sawah.

“Bagi kami itu, memiliki nilai artistik yang sangat unik di dunia fotografi,” ujar Mahdi, dari komunitas Prajurit Pecinta Photography (PPP).

Meski sapi-sapi ini hanya pembajak sawah, namun sebelum dikarap, sapi itu mendapat perlakuan berbeda. Mulai dari pemberian pakan ekstra hingga pemberian jamu khusus agar memiliki tenaga optimal.

“Sehingga sapi yang mengikuti perlombaan ini dipastikan memiliki kualitas yang cukup baik. Sebelum ikut lomba dilatih dan diberi jamu-jamuan,” kata Edi Jembrot, salah satu pemilik sapi kerapan brujul.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kota Probolinggo, Agus Effendi, menuturkan mulanya karapan sapi brujul hanya dilakukan para petani secara sederhana. Yakni Saat sedang membajak sawah pada waktu memasuki masa tanam.

Namun saat ini, karapan sapi brujul justru banyak dikenal masyarakat, karena telah mengikuti berbagai festival pada event budaya.

“Kami rutin menggelar festival karapan sapi brujul, seperti dalam perhelatan event Semipro (Seminggu di Kota Probolinggo, red) tahun ini. Tujuannya untuk melestarikan tradisi dan budaya petani ini. Serta menjadi salah satu destinasi tujuan wisata yang dapat mendatangkan wisatawan dari berbagai daerah dan luar negeri,” ungkap Agus. (saw/saw)