16:48 - Senin, 23 Oktober 2017
Kamis, 28 September 2017 | 23:40

Edelweiss Terancam Punah, Ini Yang Dilakukan Pecinta Bromo

Probolinggo (wartabromo.com) – Pasca kebakaran hutan di kawasan Gunung Bromo, kelestarian bunga Edelweiss atau dikenal juga bunga Abadi, terancam punah. Sejumlah anggota komunitas pencinta Bromo pun tergerak untuk menyelamatkan bunga ini.

Aksi peduli lingkungan itu diaktualisasikan para anggota Bromo Lovers dengan melakukan kampanye penyelamatan. Caranya dengan menyisir lautan pasir Bromo di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, hingga ke tanjakan Pakis Bincil, Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Kamis (28/9/2017).

Dalam penyisiran ini, puluhan anggota Bromo Lovers mengambil tanaman edelweiss yang tersisa, pasca kebakaran hutan beberapa waktu lalu. Tanaman yang diambil adalah edelweiss yang masih muda atau baru tumbuh.

“Keberadaan bunga tersebut cukup membuat kami terkejut. Karena pasca kebakaran, banyak tanaman edelweiss yang mati. Kami berusaha membudidayakan yang masih tersisa, khawatir ada musibah kebakaran lagi,” kata Ketua Bromo Lovers, Teguh Wibowo, kepada wartabromo.com.

Setidaknya 300 tanaman berhasil diangkat oleh pegiat lingkungan hidup ini. Selanjutnya, bibit yang masih muda itu, dipindahkan ke polybag yang telah disiapkan. Nantinya, bibit edelweiss yang sudah di kantong plastik itu, dibawa pulang untuk dipelihara.

”Kami sepakat bahwa ini adalah misi atau bentuk kampanye terhadap penyelamatan lingkungan, sebuah motivasi dan mengispirasi pemuda lainnya untuk mau dapat melestarikan lingkungan”, kata Teguh.

Rencananya, bibit yang dipelihara itu, nantinya akan diserahkan ke Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) saat besar. “Nanti pada ulang tahun Bromo Lovers pada bulan Desember, tanaman ini akan diserahkan ke TNBTS untuk ditanam kembali,” timpal Sunarip, sesepuh Bromo Lovers. (saw/saw)

Komentar Anda

Komentar

Filed in

Pembakaran Limbah Kertas di Mojoparon Ganggu Pernafasan Warga

Pasuruan Termasuk Dalam Skala Rendah di Tangga Sanitasi