16:34 - Senin, 23 Oktober 2017
Kamis, 12 Oktober 2017 | 15:22

PDI-P Tancap Gas, Eddy-Andri Kompak Bersafari Politik

Pasuruan (wartabromo.com) – PDI Perjuangan terus tancap gas menyongsong Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 nanti. Kali ini, banteng moncong putih menyodorkan dua kader potensialnya untuk mendapatkan dukungan PPP, bertarung merebut kekuasaan di Pasuruan.

Dua kader PDI Perjuangan yang diajukan tersebut adalah Eddy Paripurna (calon Bupati) dan Andri Wahyudi (calon Wakil Bupati).

Ketua PDI Perjuangan Kabupaten Pasuruan, Andri Wahyudi mengatakan, langkah ini merupakan bagian komunikasi politik lintas partai, yang selama ini telah dibangun, terutama ke PPP.

Ia kemudian mengungkit sedikit sejarah koalisi PDI Perjuangan dengan PPP di level nasional dalam Pilpres dengan memasang Megawati-Hamzah Haz, yang dikenal dengan sebutan Mega-Bintang,

“Kami menyamakan persepsi jelang Pemilukada 2018 mendatang. Kami menganggap PPP merupakan rekan kami yang punya pandangan yang sama. Kita ingat dulu ada (koalisi) Mega-Bintang, ” kata Andri Wahyudi.

Andri pun optimis jalinan komunikasi dengan sodorkan dua dedengkot PDI Perjuangan asal Kabupaten Pasuruan itu, dapat diterima hingga mendapatkan rekomendasi dari partai berlambang Ka’bah ini.

 

Sosok Eddy Paripurna saat ini selain sebagai Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, juga menjabat sebagai ketua Komisi D DPRD Jawa Timur.

Sedangkan, Andri Wahyudi, ketua PDI Perjuangan Kabupaten Pasuruan, saat ini pun masih menjabat sebagai ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan.

Sementara ketua PPP Kabupaten Pasuruan, Ahmad Mawardi menyampaikan, pihaknya masih berkutat pada mandat administratif, karena semua putusan nanti diserahkan kepada pimpinan pusat.

Saat ini, ia masih harus menyiapkan perangkat teknis lanjutan yakni rapat pimpinan cabang (Rapimcab) PPP.

“Di arena Rapimcab, para calon akan disediakan waktu untuk menyampaikan visi misi. Nah, setelah itu, kami akan serahkan surat resmi ke DPP melalui DPW,” terang Mawardi.

Pada prosesnya, para calon kemudian akan melakukan penandatanganan surat menerima hasil keputusan PPP terkait pilihan nama yang bakal diusung di Pilkada 2018 mendatang.

Dijelaskan sebelumnya, terdapat lima kandidat yang telah mendaftar ke PPP, diantaranya tiga menyerahkan formulir sebagai calon Bupati, sedang dua lainnya calon Wakil Bupati.

Lima nama itu adalah Bupati Irsyad Yusuf (cabup); Wakil Bupati Riang Kulup Prayuda (cabub); Anggota DPRD Jatim, Eddy Paripurna (cabup); Anggota DPRD Pasuruan, Adri Wahyudi (cawabup); serta Anggota DPRD Pasuruan, Ahmad Mawardi (cawabup).

Diketahui, PDI Perjuangan, sebelumnya juga mencoba merebut sokongan politik untuk mendapatkan rekomendasi pencalonan di dua partai sekaligus yakni Partai Nasdem dan Partai Gerindra.

Jika dua dedengkot PDI Perjuangan mampu menarik dukungan politik PPP, sepertinya bakal memiliki kekuatan cukup untuk dijadikan modal politik di arena pertarungan perebutan kursi nomor satu di Pasuruan ini.

Hanya saja Irsyad Yusuf, petahana sekaligus ketua PKB Kabupaten Pasuruan, pun terlihat gencar melakukan safari politik dan mendaftar ke hampir seluruh partai. Setidaknya partai yang telah disasarnya antara lain Hanura, PPP, Nasdem hingga Golkar.

Disisi berbeda, sosok lain yakni Wakil Bupati Riang Kulup Prayuda, belakangan juga enggan ketinggalan langkah dengan dua nama yang beredar diatas. Terakhir diketahui Gagah telah menyerahkan formulir sebagai calon Bupati ke partai Nasdem. (ono/ono)

 

Komentar Anda

Komentar

Ingin Berkoalisi, PDI-P dan PPP Bertemu di Rumah Makan

Duh, Pilkada Pasuruan Rawan Terjadi Kerusuhan