07:28 - Senin, 20 November 2017
Kamis, 19 Oktober 2017 | 11:57

Melongok Perjalanan Koalisi di Pasuruan Paska Perubahan Politik Jawa Timur

Pasuruan (wartabromo.com) – Konstelasi politik Jawa Timur sepertinya tidak berbanding lurus dengan kondisi di daerah, terutama pada proses pemberian dukungan calon di Pilkada Pasuruan 2018 nanti. Kondisi itu dinilai menjadi keleluasaan parpol di daerah, bebas menentukan koalisi lintas partai tanpa harus menyelaraskan konteks bangunan koalisi partai tingkat regional.

Menyusulkan anggapan tersebut, beberapa partai politik masih harus menunggu arahan, hingga dapat menentukan sikap pilihan koalisinya di Pilkada Pasuruan nanti.

Ketua Partai Nasdem Kabupaten Pasuruan, Joko Cahyono menyampaikan, sampai saat ini belum ada intruksi maupun kebijakan lain yang mengarahkan keselarasan koalisi partai di daerah dengan pencalonan pada Pemilihan Gubernur di level kepengurusan wilayah Jawa Timur.

“Saat Presentasi Kandidat di hadapan Tim 7, masih belum ada Intruksi (koalisi partai). Namun hasil penjaringan telah kami Laporkan ke DPP, seluruh nama-nama yang telah mendaftar lewat NasDem,” ungkap Joko.

Selanjutnya sebagai salah satu langkah strategis, ia masih menunggu Nasdem Jawa Timur, untuk menyampaikan kualifikasi terutama berkaitan dengan integritas, kapabilitas hingga elektabilitas kandidat.

Bila didasari pada tinjauan kualifikasi, dukungan terhadap kandidat sudah tidak lagi dilatari dari partai politik apa.

Semua dipandangnya memiliki peluang yang sama, tanpa terkecuali pada kedua figur petahana yakni Bupati Irsyad Yusuf maupun Wabup Riang Kulup Prayuda.

“Kapasitas, kualitas dan Integritas personal yang jadi esensi pilihannya. (Dukungan Nasdem) Incumbent…??? Kenapa tidak,” tambah Joko.

Sekedar diketahui, sejumlah tokoh dari partai politik lain, telah mendaftar untuk mendapatkan rekomendasi hingga berharap terjadi koalisi di Pilkada 2018 nanti.

Diantara pendaftar di Nasdem, terdapat nama Irsyad Yusuf, Bupati sekaligus ketua PKB Kabupaten Pasuruan; Eddy Paripurna, wakil ketua bidang organisasi DPW PDI Perjuangan Jawa Timur. PKB dan PDI Perjuangan, dipastikan telah berkoalisi mengusung Syaifullah Yusuf-Abdullah Azwar Anas menjadi cagub-cawagub untuk pilgub

Sementara Nasdem Jawa Timur, bersama partai Golkar serta Demokrat, berpeluang menyatukan kekuatan, diarahkan untuk mendukung Khofifah.

Senada, Ketua Golkar Kabupaten Pasuruan, Udik Djanuantoro menyatakan, tidak menutup kemungkinan komposisi koalisi partai yang dikomandaninya berbeda dengan yang terjadi di tingkat Jawa Timur.

Meskipun demikian, ia menyadari keselarasan koalisi antara daerah dengan tingkatan yang lebih tinggi lebih mempermudah dalam menjalankan proses politik di perebutan kekuasaan di Pasuruan, karena saling beriringan.

“Tapi kalau hanya sekedar beriringan atau menyesuaikan. Dan sifatnya dipaksakan, malah jadi bubrah,” tegas Udik.

Udik pun berkeyakinan, pimpinan partai Golkar di tingkatan lebih tinggi, memiliki pandangan lebih bijak, dengan memberikan keleluasaan kepada jajarannya, dalam sikap politik seperti penentuan koalisi di Pilkada 2018 mendatang.

Komentar Anda

Komentar

Kyai Ini Minta Khofifah Tetap Jadi Mensos

Dapat Restu OSO, Kelana Teguhkan Diri Siap Dampingi Khofifah di Pilgub Jatim 2018