15:11 - Minggu, 23 November 1462
Minggu, 5 November 2017 | 09:00

Menonton Keseruan Volley Difabel versus Perwosi Pasuruan

Pasuruan (wartabromo.com) – Apa jadinya kalau anggota Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Kabupaten Pasuruan bertanding bola volley bersama dengan puluhan difabel dari UPT Rehabilitasi Sosial Bina Dhaksa Jawa Timur?. Seru!!! Itulah yang terlihat.

Sebelum bertanding volley, sebanyak 85 difabel senam bersama dengan pengurus dan anggota Perwosi Kabupaten Pasuruan, di Aula UPT Rehabilitasi Sosial Bina Dhaksa.

Meskipun memiliki keterbatasan dalam hal fisik, akan tetapi tak satupun para difabel merasa canggung dengan ibu-ibu anggota Perwosi. Bahkan, mereka akrab dengan Pembina Perwosi Kabupaten Pasuruan, Lulis Irsyad Yusuf dan Ketua Perwosi, Endah Mulyaningsih Prayudha serta pengurus lainnya.

“Pokoknya senang sekali ada Ibu Bupati dan Ibu Wabup yang hadir dan senam sama-sama kita semua. Hari ini saya sangat bahagia sekali,” ungkap Ridhowati (34), salah satu difabel.

Setelah senam selesai, ibu-ibu Perwosi langsung menempati posisi di lapangan bola volley indoor yang juga berada dalam aula tersebut. Hanya saja, kalau biasanya selalu berdiri, kali ini para pemain dari Perwosi harus bermain volley dalam keadaan duduk, mengikuti aturan permainan khusus difabel. Tak terkecuali Ny Lulis yang sangat antusias bermain, meskipun harus melawan difabel laki-laki.

“Masih ada sisa bekal kemampuan volley pas jaman SMA dulu, tapi berhubung ini duduk, jadi agak susah, karena kalau bola nya pas jauh, mengejarnya harus dengan merangkak, tidak boleh berdiri. Tapi saya sangat bahagia,” kata Lulis, sesaat setelah pertandingan selesai dilakukan.

Para difabel terlihat perkasa dan superior. Dari dua kali set pertandingan, mereka mampu merebut kemenangan dengan kedudukan 21-15 dan 21-16.

Kata Lulis, bertanding bersama para difabel adalah having fun atau bersenang-senang sembari mencari keringat. Dirinya berharap agar motivasi kuat para difabel bisa ditiru oleh masyarakat yang sempurna secara fisik.

“Jangan salah, para difabel ini semangatnya luar biasa. Saya jadi terharu melihat semangat mereka semua. Meskipun memiliki keterbatasan fisik, tapi sama sekali saya tidak melihat mereka minder atau canggung, justru mereka sangat ramah dan baik sekali, saya salut akan hal itu, dan inilah yang harus kita tiru dan kita ambil pelajaran untuk selalu bersyukur akan apa yang diberikan Allah SWT kepada kita,” imbuhnya.

Di sisi lain, Ketua Perwosi Kabupaten Pasuruan, Endah Mulyaningsih Prayudha menambahkan, tujuan olahraga bersama tak lain untuk meningkatkan tali silaturrahmi antara Perwosi Kabupaten Pasuruan dengan para difabel. Tentu saja mencari bibit-bibit olahraga dari masyarakat yang berkebutuhan khusus maupun keterbatasan fisik.

“Ini pertama kali kita gelar dan semoga kita bisa terus menjalin persahabatan ini, sembari mencari siapa-saja yang bisa dibina untuk kita nantinya ikutkan di pertandingan khusus para difabel,” jelasnya. (mil/ono)

Komentar Anda

Komentar

Filed in

950 Rider Adu Kemampuan di Sunrise Trail Adventure