15:11 - Sabtu, 24 November 9392
Senin, 6 November 2017 | 22:30

Yuk Simak, Jurus Anas Raih Simpati Generasi Milineal di Pilgub Jatim 2018

Probolinggo (wartabromo.com) – Kelompok usia mileneal, belakangan menjadi perhatian, terlebih dikaitkan dengan perebutan suara di suatu proses Pemilihan. Nah, Bakal Calon Wakil Gubernur Jawa Timur Abdullah Azwar Anas memiliki strategi atau jurus jitu, meskipun saat ini terkesan masih mengukur kelompok milenial untuk dapat direbut suaranya di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2018.

Fokus merebut suara dari generasi millennial itu disampaikannya, saat berkunjung di kantor DPC PDIP Kabupaten dan Kota Probolinggo, Senin (6/11/2017).

“Pemilih pada usia tersebut di Jawa Timur sangat banyak. Ada pemilih muda dan pemilih pemula. Generasi millennial atau generasi Y dan yang terbaru ada generasi Z. Ini punya ciri tersendiri,” ujar Anas, saat di kantor DPC PDIP Kabupaten Probolinggo, Senin (6/11/2017).

Dari 38,85 juta jiwa penduduk Jatim, ada sekitar 17,1 juta kelompok usia produktif yang masuk kategori pemilih rasional. Dari jumlah itu, terdapat 37,68 persen atau 14.506.800 merupakan pemilih milenial. Sebutan milenial merujuk pada warga yang lahir pada era 1980-an dan awal 2000. Generasi ini akrab dengan perangkat media informasi.

Segmen pemilih muda dan pemula mempunyai karakter tersendiri. Perilakunya khas. Selalu terkoneksi, penuh kreativitas, independen, dan punya rasa percaya diri yang kuat.

Sehingga, Anas mengaku akan menyiapkan kampanye kreatif untuk menyasar pemilih pemula dan muda. Caranya dibuat berbeda dengan gaya kampanye konvensional.

“Jumlahnya cukup besar. Perilaku politiknya sangat cair. Jadi perlu pendekatan yang agak khusus, baik dari sisi konten, ekspresi, dan saluran distribusi kontennya. Kalau dibedah, ada kluster-klusternya. Ada yang alay, ada yang sangat independen, ada juga yang lebih ikut-ikutan. Semua dipetakan. Bagaimana eksekusi kampanyenya, itu jadi strategi yang tidak bisa kami sampaikan,” katanya.

Selain menyasar generasi muda, yang paling penting dari kampanye itu, konsep kreatif dan inspiratif. Sehingga juga efektif untuk menyasar semua segmen pemilih.

“Pilkada itu bukan cuma urusan menang atau kalah. Tapi bagaimana kampanye itu, untuk semua segmen. Basisnya kreatif dan inspiratif yang menggerakkan orang untuk berbuat baik,” tutur Bupati Banyuwangi itu.

Mantan anggota DPR RI ini menegaskan, tidak akan menggunakan black campaign untuk menjatuhkan rivalnya. Kata Anas, good news is good news, bad news is bad news, bukan sebaliknya. Selain itu, model kampanye yang akan dipilih juga tidak akan menjelekkan pihak lain dan tidak akan menyampaikan kabar hoax. “Ini penting. Agar proses politik jadi lebih asyik dan edukatif,” tegasnya. (cho/saw)

Komentar Anda

Komentar

Pemkab Pasuruan Fokus Dampingi Desa Untuk Pengelolaan Anggaran

Hindari Duplikasi, Kemendes Alokasikan DD 2018 Tetap Rp 60 T