14:29 - Sabtu, 25 November 2017
Selasa, 7 November 2017 | 14:09

2018, “Isyana” Bakal Dapatkan Paten Sebagai Pakaian Khas Pasuruan

Pasuruan (wartabromo.com) – Desain Pakaian Khas Kabupaten Pasuruan “Isyana” akan segera mendapatkan hak paten. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pasuruan masih dalam dalam proses menunggu untuk mendapatkan pengakuan hak paten pada 2018 nanti, terkait desain pakaian pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jawa Timur.

Kabid Industri pada Disperindag Kabupaten Pasuruan, Heru Hermandi mengatakan, pihaknya telah mendaftarkan hak paten desain pakaian sejak 23 september 2016 lalu.

Selain formulir pendaftaran desain, pihaknya telah melengkapi surat pernyataan tentang contoh desain, kebaruan desain produk hingga identitas pendesain.

“Kita daftarkan kepada Direktur Hak Cipta dan Desain Industri pada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kemenkum HAM, dan ternyata ada beberapa persyaratan yang telah direvisi dan harus segera diselesaikan,” kata Heru, Selasa (07/11/2017).

Revisi persyaratan dimaksud berupa kata “Khas”. Dikhawatirkan ada pihak-pihak lain yang telah terlebih dulu mengklaim adanya pakaian tersebut. Selain itu, pengiriman desain pakaian Kabupaten Pasuruan tidak boleh menyertakan wajah atau badan si pemakai, melainkan berupa bentuk pakaian saja.

“Jadi yang akan dipatenkan bukan kekhas-an, melainkan desain industri, sehingga tidak ada pihak lain yang akan memprotes lantaran mengklaim bahwa pakaian tersebut sudah ada yang punya,” imbuhnya.

Lebih lanjut Heru menambahkan, selama proses revisi, Pemkab Pasuruan diperkirakan menunggu selama 2 tahun. Berbeda dengan proses paten merk dagang atau produk yang bisa keluar hanya dalam waktu 3 bulan saja.

“Tapi ini berupa desain pakaian daerah, jadi prosesnya agak lama, sehingga langkah yang bisa kita lakukan hanya menunggu sampai pengumuman tersebut keluar di tahun 2018 mendatang,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Pakaian Khas Kabupaten Pasuruan didesain Bupati Irsyad Yusuf dinamai “Isyana”. Menurut Gus Irsyad, wilayah Kabupaten Pasuruan pernah masuk dalam kekuasaan Mpu Sindok. Kala diangkat menjadi raja, Mpu Sindok bergelar Sri Isyana Wikramadharmottunggadewa dan dinastinya disebut Dinasti Isyana.

“Nama busana ini saya ambil dari sana. Blangkon dengan dua kuncir dikenalkan dan dikenakan Dinasti Isyana,” terangnya.

Sedangkan Jubah warna gelap yang melengkapi busana khas tersebut melambangkan mayoritas warga Kabupaten Pasuruan yang merupakan kalangan santri. Sementara hiasan bordir motif bunga sedap malam di jubah melambangkan potensi UKM dan kekayaan alam.

“Jubah ini melambangkan warga Pasuruan yang mayoritas santri. Dan bordir ini mewakili potensi UKM Bordir Bangil yang sudah dikenal di semua lapisan. Sedangkan bunga sedap malam melambangkan potensi alam Kabupaten Pasuruan yang banyak tersebar di Kecamatan Rembang,” tandasnya. (mil/ono)

Komentar Anda

Komentar

Filed in

Turut Bahagia, Pelukis Ini Lukis Kahiyang-Bobby di Kanvas 4×5 Sentimeter

Cak Imin Bingung Pake Sarung atau Celana ke Nikahan Kahiyang