15:11 - Minggu, 23 November 1519
Rabu, 8 November 2017 | 11:32

Pemkab Probolinggo Tata Ulang 27 Obyek Wisata

Probolinggo (wartabromo.com) – Pemkab Probolinggo menata kembali potensi wisata yang dimilikinya. Untuk keinginan itu, setidaknya ada 27 obyek wisata masuk dalam Rencana Peraturan Daerah (Raperda) Wisata Probolinggo.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga, Pariwisata dan Budaya (Disbudparpora) Kabupaten Probolinggo M. Sidik Widjanarko menuturkan, obyek itu tersebar di sepuluh kecamatan berbeda, yakni Kecamatan Lumbang, Sukapura, Tongas, Sumber, Dringu, Tiris, Krucil, Paiton, Gading dan Pajarakan.

Dari 27 obyek itu antara lain adalah Pantai Duta Desa Randutatah, Kecamatan Paiton; wisata snorkeling Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih; air terjun Umbulan, Kecamatan Sukapura; Mahagoni Park, Kecamatan Sumber; Wisata aneka Ranu di Tiris; Tubing di kecam Gading; juga ada Tari Renenggo Manis asal Kecamatan Krucil.

“Saat ini, kami masih melakukan sejumlah kajian teknis, untuk bisa mengelola obyek wisata baru tersebut. Mulai dari berapa nilai investasi serta pengelolaan dengan menggandeng pihak swasta,” ujar M. Sidik Widjanarko, Rabu (8/11/2017).

Sidik mengatakan dari beberapa obyek itu, ada salah satu obyek wisata baru yang tengah dalam masa percobaan penerapan Raperda itu. Obyek itu adalah pantai Duta Desa Randutatah, Kecamatan Paiton. Saat ini, pantai tersebut menjadi primadona baru bagi warga sekitar maupun luar kota, untuk liburan.

Selain itu, pihaknya menurut Sidik juga akan menggarap air terjun Umbulan secara serius.

“Khusus untuk wisata air terjun umbulan, kami sudah berkoordinasi dengan pihak terkait. Karena memang lokasi tersebut sangat bagus dan berpotensi sekali untuk dikelola menjadi lokasi wisata,” kata Sidik.

Meski berpotensi, Pemkab tidak mau gegabah. Sebab harus ada tenaga yang kredibel, serta kelengkapan fasilitas untuk bisa mengoperasikan obyek wisata tersebut. Seperti fasilitas umum maupun fasilitas keselamatan, semisal yang diterapkan di Air Terjun Madakaripura Kecamatan Lumbang.

Di Madakaripura, sudah ada satu sistem peringatan dini, yang berkaitan dengan cuaca di atas air terjun. Jika memburuk atau ada peningkatan debit air, maka petugas yang di puncak akan memberikan peringatan. Sehingga wisatawan yang berada di lokasi air terjun, bisa segera di evakuasi.

“Karena itu merupakan air terjun alami, maka setidaknya ada tim khusus untuk memberikan peringatan pada pengunjung, apabila ada keadaan yang tidak memungkinkan seperti adanya banjir bandang. Kami yakin dalam waktu dekat segera terealisasi dan dapat dinikmati masyarakat. Baik wisatawan lokal, maupun wisatawan dari luar daerah Probolinggo,” tandas Sidik. (**/saw)

Komentar Anda

Komentar

Rela Berdesakan, Ini Alasan Santri Turut Pecahkan Rekor Hafalan Nadzom Aqidatul Awam

Pengerjaan Tol Paspro Terhambat Pelepasan Tanah Kas Desa