19:59 - Senin, 11 Desember 2017
Selasa, 21 November 2017 | 12:36

Cukupi Sasaran, Pemkab Pasuruan Usul 800 Nelayan Peroleh Bantuan Mesin BBG

Pasuruan (wartabromo.com) – Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Perikanan mengusulkan 800 nelayan untuk mendapatkan bantuan program konversi BBM (bahan bakar minyak) ke BBG (bahan bakar gas). Jumlah tersebut disusulkan, untuk cukupi sasaran, setelah pemerintah pusat menyetujui pemberian 325 nelayan memanfaatkan mesin BBG tahun ini.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan, Slamet Nur Handoyo mengatakan, usulan bantuan untuk peningkatan kesejahteraan nelayan itu, ditargetkan dapat dibagikan di tahun 2018 mendatang.

Dijelaskan, jumlah rumah tangga (RT) nelayan di Kabupaten Pasuruan mencapai lebih 8000 RT, tersebar di beberapa kecamatan wilayah kabupaten Pasuruan. Akan tetapi dari angka itu, 1000-an diantaranya dalam kategori nelayan kecil.

Nah, keseluruhan jumlah nelayan kecil tersebut, diperkirakan bakal mendapatkan bantuan mesin BBG, bila tahun depan usulan ini disetujui pemerintah pusat.

Diketahui, sebanyak 325 nelayan kecil di Kabupaten Pasuruan dalam waktu dekat sudah tak lagi menggunakan bensin sebagai BBM pada mesin perahunya, melainkan beralih menggunakan BBG.

“Insya Allah tahun depan semuanya akan beralih menggunakan gas elpiji sebagai BBM-nya,” ujar Slamet, Selasa (21/11/2017).

Hingga saat ini, Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan masih terus mendistribusikan bantuan converter kit plus elpiji 3 kilogram kepada para nelayan kecil yang memenuhi persyaratan.

Dijelaskan, 325 nelayan tersebut merupakan jumlah kuota yang diberikan oleh pemerintah pusat untuk nelayan Kabupaten Pasuruan pada tahun 2017 ini.

Rinciannya adalah 41 nelayan Desa Kedungboto dan 9 nelayan Kedungringin, Beji; 146 nelayan Gerongan dan 66 nelayan Pulokerto, Kecamatan Kraton; 29 nelayan Jatirejo dan 20 nelayan Tambakan, Kecamatan Lekok; serta 7 nelayan Desa Penunggul, 5 nelayan Kedawang, dan 2 nelayan Mlaten, Kecamatan Nguling.

Jenis bantuan diberikan berupa mesin kapal perikanan, diantaranya 2 unit elpiji plus isinya (gas), serta converter kit beserta selang.

“Kita berikan cuma-cuma, tapi ada persyaratan untuk para penerimanya, jadi tidak semua nelayan bisa mendapatkan bantuan ini,” kata Slamet,

Persyaratan yang dimaksud diantaranya adalah para nelayan kecil, memiliki kapal di bawah 5 GT (gross ton), kapal nelayan berbahan bakar bensin dan berdaya mesin di bawah 13 HP (horse power). Selain juga jenis alat tangkap yang digunakan untuk menangkap ikan adalah alat tangkap ramah lingkungan, serta belum pernah menerima bantuan sejenis.

Dikatakan Slamet, banyak manfaat yang dapat dirasakan oleh nelayan bila beralih BBM ke BBG, utamanya dapat menghemat biaya melaut sedikitnya 50%.

“Kalau dihitung, satu tabung BBG sama dengan 7 liter bensin, jadi lebih efisien dalam segala hal. Untuk itu saya berharap agar para nelayan yang sudah menerima bantuan, bisa langsung menggunakannya,” imbuhnya. (mil/ono)

Bertabrakan Dengan Minibus, Seorang Pemotor Tewas

Srempetan Dengan Truk, Karyawan Sampoerna Ini Tak Tertolong