19:58 - Senin, 11 Desember 2017
Kamis, 23 November 2017 | 18:07

Smart Aplikasi Menuju Probolinggo Tangguh Bencana

Probolinggo (wartabromo.com) – Dewasa ini, penggunaan gagdet dengan berbagai aplikasi pintar di kalangan masyarakat sudah jamak. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo pun memanfaatkannya aplikasi menuju Probolinggo Tangguh Bencana.

Bupati Probolinggo Tantriana Sari mengatakan, penerapan sistem yang memanfaatkan kecanggihan informasi teknologi di lingkungan Pemkab Probolinggo, sudah diawali dari Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Daerah ( SIMDA) pada 2013 lalu. Diketahui, SIMDA saat ini telah diterapkan pada penggajian melalui banking sistem.

Kemudian hal itu berlanjut pada pemberian bantuan dan dana hibah. Setelah itu, pada April 2017 juga menerapkan e-Surat yang diterapkan di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Nah kali ini tumbuh sistem baru berupa aplikasi Matakota, dengan lima fitur pelaporan. Fitur itu adalah lalu lintas, bencana, kriminal, kebakaran dan sosial. Di Kabupaten Probolinggo, aplikasi ini akan diintegrasikan dengan seluruh jajaran OPD, seperti rumah sakit, Satpol PP dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Saat ini, manusia tidak lepas dari gadget. Karena itu, saya ingin menumbuhkan kepedulian masyarakat yang mulai terkikis dan cuek dengan lingkungan karena sibuk dengan gadget. Daripada hanya main medsos yang berisi hoax dan pamer,” ujarnya saat meluncurkan aplikasi Matakota, di Kantor Bupati, Kamis (23/11/2017).

Ia mengaku kepincut dengan aplikasi Matakota, karena aplikasi ini juga berintregrasi dengan aplikasi Bromo Perkasa milik Polres Probolinggo. Bahkan terintegrasi denga sistem Robokop milik Polresta Probolinggo, kemudian juga aplikasi Kejaksaan dan Pengadilan Negeri.

“Semoga ini menjadi salah satu jawaban atas permasalahan dan tuntutan masyarakat Kabupaten Probolinggo. Harapannya gadget itu menjadi bermanfaat untuk membangun Probolinggo sejahtera,” kata istri Hasan Aminuddin ini.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD setempat, Anung Widiarto, mengatakan akan mensinergikan Matakota ini dengan beberapa aplikasi dan sistem yang dimiliki oleh instansinya. Seperti Prosigap (probolinggo siaga bencana), SMS Blaster (SMS lokasi bencana), Early Warning System (EWS) atau sistem peringatan dini kebencanaan.

Dikatakan, EWS yang dilengkapi CCTV ini berada di empat titik, yakni Dam Laksora Bantaran, Dam Arah Makam Sentul Gading, Dam Wonomerto, dan Sungai Pancar Glagas Pakuniran.

“Nantinya semua sistem dan aplikasi yang ada kami akan diintregasikan dengan aplikasi Matakota. Sehingga, informasi-informasi yang terkait kebencanaan dapat disampaikan ke masyarakat dengan baik. Begitu juga dengan informasi yang diberikan masyarakat ke kami dapat diverifikasi dengan cepat. Dengan begitu, tindakan awal dapat segera dilakukan oleh tim TRC kami,” tutur Anung.

Matakota merupakan aplikasi media sosial yang diciptakan oleh sekelompok anak muda di Surabaya, untuk melaporkan peristiwa yang membutuhkan respons cepat seperti banjir, kebakaran dan kecelakaan. Aplikasi ini juga menyediakan panic button untuk mendapatkan respons cepat dari instansi terkait apabila terjadi keadaan darurat.

Untuk menghindari laporan palsu, panic button hanya bisa digunakan oleh pengguna yang sudah terverifikasi berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Akun yang belum terverifikasi hanya bisa menggunakan fitur pelaporan serta beberapa informasi penting lainnya yang ada di aplikasi. (**/saw)

Antisipasi Banjir, Warga Bersama Polisi Membuat Biopori

Antisipasi Longsor, Pemangku Hutan Diminta Tak Beri Ijin Tebing Jadi Lahan Baru Pertanian