Gembiranya Penderita Cerebral Palsy Ini Mendapat Kursi Roda

0
81

Probolinggo (wartabromo.com) – Betapa gembiranya Andi Husa (20), warga Desa Lumbang, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo yang menderita Cerebral Palsy (CP) ketika menerima kursi roda. Alat bantu ini merupakan dari sedekah anggota Polres Probolinggo yang dikumpulkan tiap waktu.

“Teima kaaih oak pol es.. aya sen nang dibei kusi oda (terima kasih pak Kapolres, saya senang diberi kursi roda,” tutur Andi dengan terbata-bata kepada Kapolres Probolinggo AKBP. Fadli Samad.

Sebelum menerima kursi roda anak tunggal pasangan Abu (almarhum) dan Titik Sutami (41) itu, menunjukkan kemampuan menggambar menggunakan krayon diatas buku gambar. Meski fisiknya tidak mendukung, namun daya psikomotoriknya cukup untuk menyelesaikan gambar hewan-hewan yang disukainya.

Pemuda warga RT 4 RW 1 itu, sudah menderita kelainan fisik sejak masih bayi. Ia didiagnosa menderita Celebral Palsy yaitu sebuah penyakit yang menyerang syaraf motorik. Sehingga mengakibatkan kelainan pembentukan saraf kepala, leher dan tangan (quadriplegia), kelumpuhan pada kedua kaki.

Selama ini, baik Supra (75), nenek Andi dan ibunya sudah berusaha memberikan pengobatan. Baik pengobatan secara medis maupun pengobatan secara tradisional. Namun, karena keterbatasan ekonomi membuat pengobatan itu tak berjalan maksimal.

“Anak saya ini sudah sejak masih bayi sudah menderita kelainan syarat. Pertumbuhannya tidak sempurna. Dan sejak usia tiga tahun ditinggal ayahnya yang meninggal dunia,” ujar Titik yang sehari-sehari berjualan nasi bungsu di SDN Lumbang 2.

Titik berharap kursi roda itu bisa membantu Andi mengontrol gerakannya. Dunia pun terasa lebih indah dengan perkembangan anak tunggalnya tersebut. “Selama ini dia ngesot untuk beraktivitas. Terima kasih pak Kapolres yang telah membantu anak saya,” katanya sambil mengucurkan air mata bahagia.

Sementara itu, Kapolres Probolinggo AKBP. Fadli Samad mengatakan bantian itu merupakan sedekah dari anggotanya. Dimana setiap Jumat di lingkungan Polres Probolinggo digelar Gema Sajadah (Gerakan Gemar Salat dan Sedekah).
“Selain tebar nasi bungkus, hasil sedekah itu kami salurkan kepada masyarakat yang membutuhkan uluran tangan. Ini salah satu upaya kami untuk memperkuat hubungan sosial anggota dengan masyarakat,” kata perwira asal Sulawesi Selatan ini. (saw/saw)