Polres Probolinggo Berbagi Tips Perangi Hoax

0
5

Probolinggo (wartabromo.com) – Jelang Pilkada Serentak 2018, kabar hoax dan ujaran kebencian terus mengalir di dunia maya. Polres Probolinggo pun mengajak pengguna sosmed untuk menjadi smart netizen.

Kapolres Probolinggo, AKBP Fadly Samad menegaskan, pihaknya terus menabuh genderang perang melawan hoax. Salah satunya adalah dengan menggelar Patroli Cyber dan Counter Opini bersama netizen dari berbagai komunitas, di sebuah rumah makan di jalan raya pantura Pajurangan, Kecamatan Gending, Rabu (6/12/2017) malam.

Alumnus Akpol 1998 ini mengatakan, diskursus tentang pemanfaatan media sosial saat ini sangat penting untuk dilakukan. Pasalnya, sebanyak 60 juta dari sekitar 300 juta penduduk Indonesia adalah pengguna smartphone, yang cenderung menggunakan media sosial.

“Kami undang teman-teman netizen agar ikut menjadi bagian dari perubahan sosial, sehingga media sosial tidak dihasilkan ajang provokasi dan saling menghina. Jelang Pilkada, mari kita bijak dalam bermedsos, viralkan yang positif, cegah hal negatif,” ujarnya kepada netizen dan sejumlah awak media.

Perwira asal Makassar, Sulawesi Selatan ini, menjelaskan bahwa berita media sosial, berbeda dengan berita di media online dan media cetak. Karena produk berita media sosial tidak mengacu pada kaidah jurnalistik.

“Media online dan koran itu ada undang-undang pers-nya, kalau media sosial kan rawan. Semua orang bisa menumpahkan uneg-uneg tanpa sortir, ada informasi yang belum tentu benar langsung disebar, ini bahaya,” terang mantan Kapolres Tuban ini.

Gufron, salah seorang Bolo Warmo, menuturkan dengan diskursus ini, dirinya dapat mengerti bahwa ajakan bermedia sosial secara bijak sangat membantunya. “Kami bisa memilih dan memilih informasi mana yang dapat dishare di grup Facebook. Sehingga nantinya bermanfaat bagi masyarakat lainnya,” katanya.

Sementara Agung Windarto, pengamat media sosial menilai menjelang Pilkada ini akan semakin banyak orang terpicu untuk bermedia sosial. Satu orang bisa menjalankan 5 hingga 10 akun medsos berbeda tergantung dari kepentingannya.

“Pilihan politik boleh berbeda, tapi sesama warga Probolinggo harus tetap menjaga persaudaraan. Media sosial itu bukan ajang pelampiasan amarah, karena itu bijaklah dalam bermedia sosial. Kalau jenengan bermedia sosial dengan baik, tentu orang lain senang,” papar Agung. (saw/saw)