Lagi, Pabrik Kayu di Gending Terbakar

0
147

Probolinggo (wartabromo.com) – Pabrik pengolahan kayu milik PT. Dura Surya Perkasa di Desa Bulang, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, terbakar, Jumat (8/12/2017). Kebakaran diduga mesin pengering konsleting itu, menimbulkan kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Berdasarkan informasi di lokasi, kebakaran ini bermula dari ruang oven atau gudang pengeringan kayu olahan yang memercikkan api. Disebutkan, api dengan cepat meludeskan seisi gudang yang berisi tumpukan kayu olahan kering. Bahkan api juga memusnahkan sejumlah mesin pengering kayu yang tidak sempat dievakuasi oleh karyawan.

Selain menyambar bahan–bahan yang mudah terbakar, hembusan angin kencang membuat kobaran api sulit dijinakkan. Beruntung sejumlah kayu yang sebelumnya berada di teras gudang dipindah oleh karyawan.

Dugaan sementara, kebakaran terjadi karena terjadi konsleting panel atau percikan api pada mesin pengering di dalam gudang oven.

“Diduga oven ini tidak dilengkapi dengan pendeteksi suhu yang terhubung dengan hidran air. Kebakaran ini sudah kedua kalinya, dulu gudang oven bagian terbakar pada 6 November,” ujar Kapolres Probolinggo, AKBP. Fadly Samad di lokasi.

Selain pemadaman secara manual, dua mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Probolinggo yang tiba di lokasi, kesulitan mengatasi amukan api. Setelah berjuang lebih dari 3 jam, api baru dapat dikendalikan.

“Kami kesulitan untuk memadamkan api. Selain penuh dengan tumpukan kayu, ditempat ini tidak ada alat untuk mengkait kayu agar terurai. Karena kami harus mengurainya untuk mencegah munculnya titik api baru,” kata Su’ud, Kasi Damkar Dinas Satpol-PP.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, meski demikian satu gudang penuh kayu olahan ludes, dengan kerugian material ditaksir ratusan juta rupiah. Selain itu, aktivitas produksi kayu lapis tersendat.

Kasus ini tengah didalami oleh Kepolisian Resort Probolinggo. Dalam catatan wartabromo.com, kebakaran di pabrik ini sudah ke tiga kalinya. Sebelum, pabrik ini alami kebakaran pada Minggu (6/11/2017) dan Jumat (9/12/2016) silam. (cho/saw)