04:21 - Senin, 16 Juli 2018
Jumat, 8 Desember 2017 | 12:41

Loka Penelitian Sapi Potong Grati Temukan Elisa Kit, Sokong Swasembada Daging Nasional

Pasuruan (wartabromo.com) – Penerapan metode Elisa Kit untuk deteksi kebuntingan sapi oleh Loka Penelitian Sapi Potong Balitbang Kementerian Pertanian RI, Grati, Kabupaten Pasuruan, merupakan bentuk efisiensi reproduksi indukan. Rumusan itu menjadi penting, karena terangkai langsung untuk menyokong program swasembada daging maupun program Kementerian Pertanian, yakni UPSUS SIWAB (Upaya khusus Sapi Indukan Wajib Bunting).

Kepala Loka Penelitian Sapi Potong Grati, Dicky Pamungkas mengatakan, metode Elisa Kit bisa langsung mengetahui informasi tentang kegagalan perkawinan.

Nah, informasi kegagalan baik perkawinan alami maupun Inseminasi Buatan (IB) itulah, kemudian dapat dijadikan patokan keputusan untuk dapat segera dikawinkan kembali. Hal itu, tentunya memperpendek masa kosong, karena sapi indukan kembali dilakukan perkawinan.

“Kalau metode konvensional, dibutuhkan umur kebuntingan sapi minimal 60 hari dan harus tenaga ahli bidang reproduksi. Tapi dengan metode Elisa Kit, kita langsung bisa melakukan pengambilan darah pada sapi umur 15 hari,” imbuh Dicky, Jumat (08/12/2017).

Dipastikan untuk merasakan manfaat dari metode ini, para peternak atau perusahaan juga tak perlu harus membayar dengan harga selangit. Diketahui, kalau menggunakan deteksi kebuntingan secara palpasi rectal (40-60 hari setelah inseminasi) maupun USG (25-30 hari), selain ongkosnya sangat mahal, juga membutuhkan tenaga ahli dan sapi indukan rentan traumatic.

“Kita Pregnancy ini merupakan diagnosis kebuntingan berbasis protein spesifik dengan gradient densitas warna. Secara teknis, akan terjadi ikatan antara antigen dalam serum darah sapi bunting umur 1-3 bulan dengan antibody poliklinal,” terangnya.

Secara terperinci dijelaskan, dalam prakteknya, bila bunting, maka darah merah pada sapi akan berubah menjadi warna kuning tua. Sedangkan, bila warnanya menjadi kuning muda, berarti negative bunting.

“Kita membacanya dengan alat yang namanya elisa reader,” jelasnya kepada Wartabromo.com.

Dilanjutkan Dicky, dengan berhasilnya metode Elisa Kit, sapi induk yang diketahui telah bunting, dapat segera dipelihara secara lebih baik untuk menghindari terjadinya kegaglan kebuntingan.

“Manfaatnya banyak sekali karena muaranya adalah peningkatan efisiensi reproduksi indukan. Pastinya mendukung program swasembada daging maupun program Kementerian Pertanian, yakni UPSUS SIWAB,” katanya kemudian.

Sementara ditambahkan Dicky, metode Kita Deteksi Kebuntingan Dini, sudah diaplikasikan ke masyarakat secara luas. Mulai peternak, perusahaan peternakan pembibitan sapi potong.

Selama ini, temuan metode terkait kebuntingan sapi ini, telah dikenalkan pada acara-acara di level nasional. Karuan saja metode ini, sudah mulai diterapkan baik di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimantan, Sumatera hingga Sulawesi. (**/mil)

Lagi, Pabrik Kayu di Gending Terbakar

Asik Cari Kayu Bakar, Nenek Asal Wonorejo Malah Tersengat Listrik