02:56 - Selasa, 17 Juli 2018
Minggu, 10 Desember 2017 | 15:13

Prihatin Bencana, Pegiat Lingkungan Pasuruan Bertekad Hijaukan Kawasan Bromo

Pasuruan (wartabromo.com) – Pegiat lingkungan Pasuruan bulatkan tekad hijaukan kembali hutan dan lahan kritis di kawasan Gunung Bromo. Sikap ditunjukkan, sebagai kepedulian mengurangi berbagai bencana alam hingga menyusutnya sumber-sumber air.

Komitmen tersebut mengemuka dalam sebuah pertemuan puluhan pegiat lingkungan oleh Sanggar Indonesia Hijau di Desa Cowek Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan, Minggu (10/12/2017).

Salah satu pegiat lingkungan, Sugiarto menyadari, berbagai aksi atau gerakan yang bersinggungan dengan kelestarian lingkungan, masih parsial atau bahkan sendiri-sendiri.

“Selama ini para pegiat lingkungan ini kurang bersinergi. Makanya kami sepakat menyatukan langkah. Sehingga penanaman pohon bisa dilakukan bersama,” tandas Sugiarto.

Ditegaskan, dengan satukan tekad dan langkah, kemungkinan kendala-kendala terhadap upaya penyelamatan lingkungan akan diminimalisir. Diketahui, di sejumlah wilayah, konflik-konflik dengan lembaga berwenang atau pemangku kepentingan kawasan hutan, kerap terjadi.

Padahal mereka menyadari penyelamatan lingkungan merupakan keniscayaan untuk mengantisipasi sekaligus mengurangi berbagai bencana alam, berupa banjir atau tanah longsor serta menyusutnya sumber-sumber air.

“Makanya diperlukan upaya berupa program-progran terpadu. Sekali lagi, dilakukan bersama-sama,” imbuhnya.

Hal lain dengan kebersamaan, ikhtiar penyadaran warga di sekitar pinggiran hutan untuk lebih bijak dengan alam dapat dilakukan lebih baik. Menurutnya, tidak hanya mencegah pembalakan hutan, tapi juga mengajak warga, berpartisipasi menanam dan merawat pohon.

Sementara Makhrus Solikin (70), pegiat lainnya, dengan tekad yang sama, upaya penyelamatan lahan kritis sepatutnya disusun dengan skala prioritas, seperti pada peta lokasi rawan longsor.

Ia mengajak untuk bisa menyeimbangkan alam agar hutan tetap lestari sehingga ekonomi rakyat pun meningkat.

“Di kawasan hutan harus ada tegakan pohon. Yakin, dengan menanam pohon dapat mencegah tanah longsor, banjir. Bakan bisa menghidupkan sumber-sumber air,” ujar Makhrus.

Luasan hutan di kawasan Pegunungan Bromo mencapai sekitar 35.000 hektar (ha). Lahan seluas itu, terus menurun dan mulai kritis. Akibatnya, banjir di kawasan hilir, merendam pemukiman di sekitar sembilan kecamatan wilayah Kabupaten dan Kota Pasuruan.

Bahkan di kawasan Gunung Bromo terdapat sumber air Umbulan, bagian kawasan Gunung Bromo, diputuskan menjadi proyek infrastruktur strategis nasional, berupa proyek sistem penyedia air minum (SPAM) Umbulan

Namun dari pengamatan para pegiat lingkungan, debit sumber air Umbulan mengalami penurunan dari 6.000 liter/detik, kini berkisar 3.500 liter/detik. (ono/ono)

Filed in

Sampah di Kota Adipura Menumpuk, Warga Mengeluh

Warga Desa Wonokerto Resah Pembuangan Limbah Batubara Liar