Puluhan Rumah Di Kraksaan Porak-poranda Oleh Puting Beliung

0
120

Probolinggo (wartabromo.com) – Puting beliung memporak-porandakan puluhan rumah di Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Selasa (12/12/2017). Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa, namun kerugian warga ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Berdasarkan pantauan wartabromo.com, angin berhembus kencang terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Hempasan angin itu, membuat genting rumah warga berhamburan. Bahkan ada rumah dan warung warga yang rata dengan tanah, usai ditimpa pohon tumbang.

Setidaknya ada 84 rumah dan 3 mobil milik warga di tiga lingkungan di Kecamatan Kraksaan, menjadi korbannya. Rinciannya, di RW 5 Kelurahan Patokan menimpa 18 rumah dan 3 mobil tertimpa atap rumah. Kemudian di RW 3 Kelurahan Sidomukti, ada 5 rumah warga yang rusak. Sedangkan di RW 4, 6 dan 7 di Kelurahan Kraksaan Wetan, 61 rumah warga porak-poranda setelah dihantam puting beliung.

“Yang paling banyak di Kraksaan Wetan. Kami tidak bisa menyebutkan satu per satu nama-nama pemilik rumah. Semua rumah mengalami kerusakan pada atap rumah dan gentingnya,” ujar Kapolsek Kraksaan, Kompol Budi Harianto.

Kapolsek mengaku sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah, mengevakuasi pohon yang menimpa warung dan rumah warga. Selain itu, juga untuk melakukan perbaikan pada rumah warga. Meski kerusakan tergolong ringan, ia memperkirakan kerugian yang dialami warga mencapai ratusan juga rupiah. “Beruntung bencana alam berupa angin puting beliung ini standart kecil. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” katanya.

Salah satu korban yang mengalami naas adalah Asis (50), yang memiliki warung semi permanen di jalan Yos Sudarso, Kelurahan Kraksaan Wetan. Warung itu hancur rata dengan tanah setelah tertimpa pohon tumbang yang dihempas angin puting beliung. Pemilik warung mengalami luka ringan akibat tertimpa material bangunan.

“Saat itu korban sedang berjualan di dalam warung. Beruntung dia dan pembelinya berhasil melarikan diri dan selamat dari bahaya. Namun, seluruh perabotan warung rusak,” kata Choirul Umam. (cho/saw)