Ini Terobosan Dinkes Kota Pasuruan, Agar Orangtua Mau Mengimunisasi Buah Hati

0
121

Pasuruan (wartabromo.com) – Stigma negatif terhadap imunisasi, membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pasuruan memutar otak untuk mengatasi dan memberikan layanannya. Salah satunya dengan memberikan doorprize, kepada keluarga yang bersedia buah hatinya dimunisasi.

Dinas Kesehatan Kota Pasuruan gencar melakukan Imunisasi bagi balita hingga anak-anak berusia 7-9 tahun.

Tapi, banyak orangtua justru merespon negatif kegiatan tersebut, terutama bagi warga pesisir utara Kota Pasuruan.

Mereka beranggapan, imunisasi bukan suatu kebutuhan kesehatan. Pemikiran mengenai imunisasi mengakibatkan badan anak panas, juga turut menjadi penyebab, susahnya menyadarkan orangtua tentang pentingnya imunisasi bagi anak-anak.

Selain ketakutan pada vaksin imunisasi, sikap pasrah serta prinsip hidup-mati ada yang mengatur apabila anak-anaknya terserang penyakit, juga menjadi perhatian.

Ditemui WartaBromo, Kepala Bidang Surveilans dan Imunisasi Dinkes Kota Pasuruan, Hari Kuntjoro mengakui, pihaknya harus bersiasat agar orang tua tergerak mendukung program kesehatan bagi anak-anak ini.

Ide pun muncul, dengan memberikan hadiah atau doorprize berupa gelas mug dan payung.

Sasaran utamanya kali ini adalah para orangtua di wilayah pesisir utara Kota Pasuruan, yang disebutkan masih lemah akan kesadaran kesehatan anak-anaknya.

Hari kemudian menunjukkan beberapa benda yang dimaksud, yaitu gelas mug dan payung. Kedua benda tersebut didesain menarik bermotif bunga-bunga, berwarna putih dengan slogan imunisasi dan anak-anak.

“Siapa saja yang bersedia untuk mengimunisasi anaknya di Puskesmas terdekat, maka akan mendapatkan gelas atau payung secara gratis,” ujar Hari.

Pemberian doorprize ini bukan tanpa alasan. Ia berpikir, kedua benda tersebut merupakan produk yang sering digunakan masyarakat sehari-hari. Dengan desain menarik bertuliskan slogan kesehatan, orangtua diharapkan tertarik dan kian sadar untuk mengikuti kegiatan imunisasi bagi anak-anaknya.

“Inovasi ini hanya untuk menarik minat masyarakat, mengimunisasikan anaknya,” imbuh Hari.

Inovasi sederhana ini, belakangan cukup memberikan dampak terhadap peningkatan jumlah peserta imunisasi selama ini. Tentu saja, meskipun tidak ada doorprize, masyarakat luas diharapkan tetap memberikan perhatian dan perlindungan kesehatan kepada putra putrinya.

Diketahui, imunisasi bagian terpenting dalam upaya pencegahan penyakit yang bisa menyerang si buah hati. Khususnya perhatian peningkatan kasus difteri di Kota Pasuruan yang menemukan sepuluh kasus difteri selama kurun 2017.

Yuk, imunisasi..!
(ama/ono)