16:52 - Selasa, 17 Juli 2018
Jumat, 15 Desember 2017 | 14:38

Dikejar Warga, Kawanan Pencuri Sapi di Probolinggo Berondong Bondet

Probolinggo (wartabromo.com) – Pelaku pencurian hewan (Curwan), di Kabupaten Probolinggo semakin nekat dan sadis. Seperti terjadi di Desa Kramat Agung, Kecamatan Bantaran, yang melempar bondet (bom ikan) saat dikejar warga dan pemilik sapi.

Informasi yang didapat wartabromo.com, peristiwa curwan itu terjadi pada Jumat (15/12/2017) dini hari. Korbannya adalah Nadi (36), warga Desa Kramat Agung, Kecamatan Bantaran.

Saat itu, sekitar pukul 3.00 WIB, Nadi mendengar suara gaduh di kandang sapi miliknya. Karenanya ia kemudian mendatangi kandang sapinya untuk mencari tahu apa yang terjadi pada sapinya. Ternyata saat itu ada sekeompok maling tengah membawa seekor sapi miliknya.

Warga Dusun Kramat Utara itu, kemudian berusaha mengejar pelaku pencurian. Karena kepergok, kawanan maling itu melempar bondet ke pemilik sapi. “Saat kepergok sekitar pukul tiga. Malingnya langsung membawa kabur sapi saya, kemudian saya mengejarnya sambil berteriak, maling. Mereka kemudian melempar bondet, beruntung saya dapat menghindar.” kata Nadi.

Sembari menghindari bondet, Nadi berteriak keras-keras agar tetangganya ikut mengejar maling itu. Teriakan maling dari korban dan ledakan bondet, membuat tetangga korban terbangun dari tidurnya. Warga Dusun Kramat Utara kemudian berkumpul dan melakukan pengejaran. Saat melihat warga mengejar beramai-ramai, komplotan maling itu kemudian menaikkan sapi milik Nadi ke sebuah truk yang sudah disiapkan.

Truk bermuatan seekor sapi itu, kemudian tancap gas. Meski begitu, warga tetap melakukan pengejaran. Sehingga untuk kedua kalinya, kawanan pencuri itu, melempar bondet ke arah warga. Saat itu, pengejaran sudah di jalan Dusun Macan, Desa Karanganyar. Lemparan bondet di jalan tembus Desa Kedung Supit, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo itu, membuat warga berhenti mengejar karena takut terkena bondet.

“Saat mengejar maling sapi itu, maling itu melempar bondet lagi ke arah kami. Beruntung tidak mengenai kami, sehingga tidak ada korban jiwa. Kami perkirakan pelakunya sekitar 5 orang,” tutur Kepala Desa Kramat Agung Suyanto Brahmanto.

Hingga saat ini, satu ekor sapi yang berhasil dibawa pencuri masih dalam pencarian warga. “Belum ada laporan masuk ke kami,” ujar Kapolsek Bantaran, AKP. Sujianto. (fng/saw)

Punya 6 Kaki, Sapi Limosin di Nguling Mampu Bertahan Hidup

Pemetik Cengkeh Asal Semarang Tewas di Kamar Kos, Polisi Kesulitan Hubungi Keluarga