10:58 - Senin, 25 Juni 2018
Jumat, 15 Desember 2017 | 16:35

Seratusan Buku IPS Polemik Jerusalem Ditarik

Probolinggo (wartabromo.com) – Seratusan buku mata pelajaran (Mapel) Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas VI Sekolah Dasar (SD) Sederajat, yang mencantumkan Jerusalem sebagai ibukota Israel, ditarik di Kota Probolinggo, Jumat (15/12/2017) siang. Penarikan dilakukan menyusul adanya keresahan masyarakat Kota Mangga ini.

Polresta Probolinggo bekerjasama dengan Dinas Pendidikan, MUI dan Kemenag Kota Probolinggo melakukan penarikan terhadap buku yang sarat kontroversi itu. Setidaknya ada 102 eksemplar buku dari dua penerbit berbeda, yakni Yudhistira dan Intan Pariwara, ditarik. Rinciannya, 46 eksemplar ditarik dari Kecamatan Mayangan, sementara sisanya sebanyak 66 eksemplar dari Kecamatan Wonoasih.

Sebelum ditarik, buku-buku itu dikumpulkan oleh sekolah yang menggunakan di Unit Pengelola teknis (UPT) Dinas Pendidikan yang berada di tiap kecamatan. Selanjutnya, buku yang terkumpul dibawa ke Mapolresta untuk diamankan, sebelum diserahkan ke pihak penerbit.

“Dalam pertemuan sebelumnya, kami menyepakati bahwa buku yang akan ditarik dikumpulkan di satu tempat, bukan di sekolah-sekolah. Hal itu untuk memudahkan penarikan oleh petugas,” kata Kaporesta Probolinggo, AKBP. Alfian Nurrizal.

Rencananya, pada Senin (18/12/2017) depan, ribuan eksemplar buku Mapel IPS untuk kelas VI itu, akan ditarik dari peredaran yang tersebar di berbagai lembaga pendidikan Kota Probolinggo.

Setelah diserahkan, penerbit akan mengganti buku itu dengan buku baru edisi revisi. “Nantinya buku revisi diberikan secara gratis. Dengan harapan, pasca liburan mendatang murid murid bisa memakai buku baru yang sudah di revisi,” ujar Alfian.

Pria asal Sumenep, Madura ini, mengatakan pihaknya juga akan memintai keterangan kepada penerbit Yudistira, maupun penerbit lainnya. “Apakah ada unsur kesengajaan atau tidak,” tandas AKBP. Alfian.

Diwartakan sebelumnya, telah beredar buku mata pelajaran IPS kelas VI SD sederajat, terbitan Yudhistira yang didalamnya tercetak Jerussalem sebagai ibukota Israel. Buku yang meresahkan masyarakat tersebut, kemudian dilaporkan ke polisi. Petugas gabungan pun melakukan sidak untuk mengecek kebenaran buku yang meresahkan tersebut. (lai/saw)

Pemetik Cengkeh Asal Semarang Tewas di Kamar Kos, Polisi Kesulitan Hubungi Keluarga

Sambil Jualan Kopi, Nenek Juni Edarkan Pil Koplo ke Nelayan