Polisi Tangkap 5 Remaja Putri Pelaku Penganiayaan

0
174

Probolinggo (wartabromo.com) – Anggota Polresta Probolinggo menangkap lima remaja putri pelaku penganiayaan terhadap seorang remaja putri. Kasus ini mengemuka setelah video menggambarkan aksi perundungan itu, viral di media sosial (medsos).

Mereka adalah DP (18) warga Kecamatan Mayangan, tercatat siswi salah satu SMK swasta. Kemudian OP (19), warga Kecamatan Mayangan, merupakan karyawan pabrik kulit. Ada juga IY (18), dan KR, 16, warga Kecamatan Kanigaran. Serta LF (16), warga Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, yang dua bulan lalu dikeluarkan dari salah satu SMK swasta.

“Mereka sudah kami amankan, setelah anggota melakukan penelurusan. Ironisnya, seorang di antaranya tercatat masih pelajar,” kata Kapolresta Probolinggo, AKBP. Alfian Nurrizal, Selasa (19/12/2017).

Menurut AKBP. Alfian, setelah ditelusuri, korban merupakan seorang pelajar berinisial LH (17). Ia merupakan warga Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo. Meski sudah mengamankan pelaku, polisi belum memberikan keterangan resmi terkait motif para pelaku. “Sekarang mereka ada di Mako Polres Probolinggo Kota untuk dimintai keterangan,” ujar pria asal Sumenep, Madura ini.

Dalam video yang viral di sosial media, LH tampak mengenakan jaket berwarna merah dengan rok coklat mirip seragam pramuka. Oleh sejumlah perempuan, ia dianiaya di salah satu sudut GOR Mastrip, Kota Probolinggo.

Dari kelima remaja itu, ada dua orang yang terlihat aktif melakukan penganiayaan. Yaitu perempuan yang memakai kaus berwarna hijau dengan celana jins hitam. Ia terihat menjambak rambut dan menampar korban. Sedangkan perempuan berkaus hijau dengan celana pendek, juga menjambak LH.

Dalam video berdurasi 29 detik itu, korban tidk melawan, bahkan terlihat korban pingsan setelah dianiaya. “ Yen semaput ndak kiro terketeran koyok ngono. Ayo ndak usah akting. Dudu’ tempat akting ndek kene, duduk Korea (Kalau pingsan, matanya tidak bergerak seperti itu. Ayo tidak perlu akting. Disini bukan tempat akting, bukan tempat drama Korea, red),” ujar perempuan berkaus hijau dengan celana jins hitam. (fng/saw)