13:35 - Senin, 16 Juli 2018
Kamis, 21 Desember 2017 | 13:36

Hiu Tutul Terjerat Jaring Nelayan Probolinggo

Probolinggo (wartabromo.com)- Seekor hiu tutul yang tengah migrasi ke perairan utara Probolinggo terjerat jaring nelayan setempat. Para nelayan terpaksa terjun ke dalam air untuk melepaskan kembali satwa dilindungi itu ke laut lepas.

Dari rekaman video amatir berdurasi 3 menit milik nelayan itu, terlihat seekor hiu tutul dengan panjang sekitar 5 meter terjerat jaring nelayan. Usaha penyelamatan pun berlangsung dramatis. Pasalnya, bobot hewan raksasa berbobot sekitar satu ton itu, menyulitkan upaya nelayan membebaskannya dari jerat jaring.

Untuk melepaskan kembali satwa dilindungi itu ke laut lepas, dua orang nelayan terpaksa terjun ke dalam air. Beberapa waktu kemudian, satwa asal perairan australia itu, akhirnya mulai keluar dari jaring yang biasanya digunakan menangkap ikan itu.

Muhammad Toriqussolah (36), salah satu nelayan asal Desa Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, membenarkan bahwa hiu tutul sering masuk ke jaring nelayan. Seperti yang dialami olehnya pada Rabu malam, seekor hiu masuk ke jaringnya saat menangkap ikan. Ia selanjutnya bersama anak buah kapalnya berusaha mengeluarkan hiu tersebut.

“Ya dengan perasaan khawatir, hiu berhasil dikeluarkan dari jaring dan lepas ke laut. Karena ada hiu masuk, otomatis jaring ikan rusak alias robek dan harus dibenahi. Tapi tidak parah, rusak sedikit,” katanya, Kamis (21/12/2017).

Kehadiran puluhan hiu tutul di perairan Probolinggo, belakangan cukup mengganggu nelayan. Mereka harus mengeluarkan hiu yang masuk ke jaringnya. Selain itu, ikan yang terkena jaringnya akan kabur, karena jaringnya robek. Biasanya, hiu bisa masuk ke jaring nelayan karena jarak jaring dekat dengan hiu.

“Kan ikan kecil-kecil ngumpul dan ngikut hiu. Karena ikan kecil banyak, ya saya jaring. Tiba-tiba hiu masuk ke jaring yang sudah kami tebar. Padahal, sebelumnya sudah lolos,” kata pria yang akrab dipanggi Toriq ini.

Sementara itu, Kasatpolairud Polres Probolinggo, AKP Slamet Prayitno mengatakan, soal keselamatan hiu bukan kewenangannya, tetapi kewenangan BKSDA. Meski begitu, pihaknya meminta agar nelayan saat mencari ikan menjauh atau menghindar dari hiu. “Memang ikan kecil banyak yang mengikuti dan berkumpul bersama hiu. Ya, jangan ditangkap. Cari ikan yang jauh dari kelompok hiu,” ujarnya singkat. (fng/saw)

Antisipasi Terorisme, Ratusan Senpi Polisi Diperiksa

Nyatakan Siap, KPU Launching Tahapan Pilkada Pasuruan pada 24 Desember 2017