Begal Tewas Terkena Bondet, Merupakan DPO Polisi

0
107

Probolinggo (waryabromo.com) – Pelaku begal yang tewas karena bondetnya sendiri, Anlindra (18), termasuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) polisi. Pemuda asal Desa Welulang, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan itu, diduga terlibat dalam beberapa kasus pembegalan di sejumlah tempat.

“Setelah dicek pelaku sudah menjadi DPO Polsek. Sebab, pelaku juga pernah beraksi di wilayah hukum Polsek Lumbang. Dia menjadi DPO dalam kasus yang sama yakni kejahatan dengan kekerasan,” ujar Kanitreskrim Polsek Lumbang Bripka Dadang, Senin (25/12/2017).

Jenasah Anlindra diduga dibuang oleh 3 rekannya untuk menghilangkan jejak. Diketahui, pemuda itu tewas dengan luka bersimbah darah di Desa Sanganom. Kecamatan Nguling, Minggu sore (24/12/2017). Ia ditemukan 3 jam pasca terkena bondet, yang dibawanya sendiri di Desa Purut, Kecamatan Lumbang. Ia mengalami luka di bagian dada dan tangan.

Bripka Dadang menuturkan, jenasah pelaku begal itu ditemukan sekitar pukul 16.30 WIB oleh warga. Polisi yang mendapat laporan langsung ke lokasi untuk memastikan mayat itu terkena bondet. Sayangnya, warga sekitar tidak dapat dimintai keterangan. Oleh polisi, mayat Anlindra dibawa ke RSUD Soedarsono untuk dilakukan visum.

“Kami ke lokasi untuk memastikan. Ternyata benar itu adalah pelaku yang sebelumnya beraksi di Desa Purut. Karena wilayahnya masuk Nguling, maka mayat pelaku ditangani oleh Polsek Nguling,” tandas Dadang.

Sebagaimana diwartakan, Anlindra merupakan pelaku pembegalan terhadap dua wisatawan asal Surabaya, yakni Dianyudi (37), warga Gulomantung, Kecamatan Kebomas, Surabaya dan Ellyana Indrayani (39), warga Singosari, Kecamatan Kebomas, Surabaya. Kedua wisatawan itu mengendarai motor bernopol W-2896-AO dan hendak menghabiskan liburan di Bromo.
Hanya saja, Anlindra terjatuh terkena ledakan bondet yang dibawanya, saat sekelompok warga melakukan pengejaran. Jasad Anlindra kemudian dibuang di Desa Sanganom. Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan. (saw/saw)