Pasca Tahun Baru, Penanjakan Penuh Sampah

0
1

Pasuruan (wartabromo.com) – Libur panjang selama natal dan tahun baru, memberikan dampak signifikan bagi kunjungan wisatawan di Gunung Bromo. Namun, ramainya wisatawan juga berimbas pada berserakannya sampah di Penanjakan, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.

Sejak bergulirnya masa liburan pada dua pekan lalu, kawasan wisata Gunung Bromo banyak didatangi pengunjung dari berbagai daerah. Mereka memadati wisata alam itu, baik lewat pintu tiket Pos Tumpang, Kabupaten Malang, Cemoro Lawang, Ngadisari, Kabupaten Probolinggo, maupun pintu masuk di Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.

Namun, para pengunjung ini, seolah lupa dengan tata cara menjaga kebersihan di kawasan Gunung Bromo. Mereka senaknya sendiri membuang sampah. Tak ayal, banyak sampah berserakan dimana-mana. Mulai sampah organik, hingga sampah bekas bungkus makanan dan botol air mineral.

Wisatawan yang berkunjung ke Bromo pasca tahun baru, mengaku prihatin dengan kondisi ini. “Bromo hari ini kotor sekali dengan sampah-sampah. Mungkin ini efek dari banyaknya pengunjung pada tahun baru kemarin,” ujar Anita Primasari, salah satu pengunjung Bromo asal Yogyakarta, Rabu (3/1/2017).

Prihatin dengan kondisi itu, sejumlah relawan melakukan aksi bersih-bersih sampah di sekitar Penanjakan. Puluhan relawan yang terlibat itu, selain berasal dari Komunitas Bromo Lovers juga dari petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) RPTN Gunung Penanjakan, serta sejumlah siswa.

“Sampah memang menjadi problem terdiri. Kami prihatin dengan kondisi ini, pasalnya masih banyak wisatawan yang tidak peduli dengan kebersihan kawasan ini. Mungkin karena sudah membayar tiket, mereka merasa bisa seenaknya membuang sampah sembarang tempat. Budaya pengunjung yang seperti ini, yang sangat kami sesalkan,” ujar Teguh Wibowo, koordinator aksi.

Dalam aksinya, puluhan relwawan ini memunguti sampah sejak dari Bukit Kedaluh atau Bukit Kingkong hingga ke perbatasan menuju lautan pasir. Puluhan relawan itu memunguti aneka sampah di sepanjang jalan, tebing dan semak-semak. Dari rute sepanjang 9 kilometer itu, ratusan kantong sampah berhasil dikumpulkan. Sampah-sampah itu kemudian dangkut dengan 2 unit kendaraan roda dan 1 unit pikep, menuju tempat pembuangan sampah.

“Kami ingin mengedukasi pengunjung dan warga sekitar untuk peduli pada sampah yang dihasilkan oleh aktivitas wisata ini. Mereka harus ingat bahwa keindahan alam Bromo bukan milik kita. Keindahan itu harus menjadi warisan dunia, karenanya harus kita jaga,” kata Ketua Bromo Lovers ini. (saw/saw)